Hagia Sophia

05 October 2022

Ini Kata Dokter Soal Kondisi Lesti Kejora Usai Alami KDRT

Foto: dok. Istimewa

Pedangdut Lesti Kejora dirawat di rumah sakit usai mengalami KDRT dari suaminya, Rizky Billar. Itu menyebabkan beberapa luka di tubuh Lesti dan kondisi kesehatannya yang menurun.

Selain itu, Lesti juga mengalami luka di bagian leher akibat KDRT tersebut. Kabid Humas Metro Jaya Kombes Indra Zulpan mengatakan kondisi itu membuat leher Lesti harus di gips.

"(Dipasangi gips) akibat ada tulang bagian leher yang bergeser," kata Kabid Humas Metro Jaya Kombes Indra Zulpan kepada DetikNews, Senin (3/10/2022).

Berikut beberapa fakta terkait kondisi Lesti yang harus menggunakan penyangga leher.

Kata Dokter soal Kondisi yang Dialami Lesti

Menurut spesialis orthopedi dari Eka Hospital BSD, dr Lutfi Gatam, SpOT, kondisi tulang leher bergeser yang dialami Lesti berkaitan dengan kerusakan di tulang belakang yang menyangga area leher.

"Di leher itu ada 7 tulang belakang. Di tiap tulang belakang ada ruas, di antara ruas itu ada bantalan yang berfungsi sebagai sendi dan shock absorber," kata dr Luthfi saat diwawancarai detikcom, Selasa (4/10/2022).

"Pada keadaan tertentu, antara ruas itu bisa bergeser ke depan atau belakang karena beberapa kondisi. Paling sering pada anak muda sih karena kecelakaan," lanjutnya.

Saat kondisi normal, gesekan yang terjadi di tulang belakang bagian leher sangat minim. Namun, jika terjadi trauma atau mengenai saraf, bisa menyebabkan saraf terjepit.

Penanganan Tulang Leher Bergeser

dr Lutfi Gatam mengatakan jika cederanya bersifat ringan, biasanya cukup ditangani dengan mengistirahatkan leher atau melakukan isometric exercise. Jika lebih parah, harus dilakukan operasi.

"Ada juga yang pakai soft collar dan fisioterapi. Tapi kalau bergeser terlalu jauh, harus operasi," jelasnya.

Fungsi Neck Support

Selama dirawat di rumah sakit, Lesti menggunakan penyanggah leher atau neck support. dr Lutfi Gatam mengungkapkan ini berfungsi untuk menstabilkan kondisi leher yang mengalami trauma.

"Kan dia perlu bergerak, tapi harus stabil. karena kalau terlalu sering, akan rusak jadi gerakannya harus halus. maka diperlukan bantalan yg kuat dan lentur," beber dr Lutfi.

Selaras dengan itu, dr Andri Primadhi, SpOT(K), dari RSUP Dr Hasan Sadikin mengatakan penggunaan neck support ini bertujuan untuk mengurangi gerakan berlebih pada ruas-ruas tulang leher.

"Untuk mencegah nyeri atau keluhan-keluhan lain yang terkait dengan otot/saraf/sendi di leher," pungkasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (3/8).























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Fakta-fakta Tulang Leher Bergeser, Dialami Lesti Kejora Terkait Kasus KDRT"