![]() |
| Foto: Getty Images/PonyWang |
Generasi muda atau Gen Z dikenal dengan memiliki 'comfort food' dengan berbai alasan di baliknya. Mirisnya, beberapa tren makanan ini, tanpa disadari dapat menurunkan hingga merusak fungsi ginjal.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Dr dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH mengatakan bahwa obesitas, diabetes, dan hipertensi jadi dua faktor paling sering di balik rusaknya ginjal.
Masalah kesehatan tersebut, lanjut dr Pringgo, pelan-pelan dapat menurunkan fungsi ginjal dan pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal.
"Misalnya tinggi kalori, yang manis-manis ya. Nanti secara langsung melalui diabetes juga bisa (gagal ginjal). Ditambah lagi gaya hidup sedentary, gaya hidup yang kurang aktivitas," kata dr Pringgo saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
"Begitu pula lewat hipertensi ya, makanan-makanan yang mengandung garam tinggi. Kan kita tahu banyak makanan-makanan instan yang mengandung garam tinggi. Hipertensi akhirnya ke penyakit ginjal," sambungnya.
Peradangan Ginjal di Usia Muda
Menurut dr Pringgo, di usia muda kisaran 20 hingga 30-an tahun, peradangan ginjal atau glomerulonefritis saat ini menjadi penyebab paling sering dari kasus gagal ginjal.
"Ini biasanya nggak bergejala memang. Kecuali dia periksa urine, dan di urine ada sel darah merah atau ada albumin yang harusnya negatif," kata dr Pringgo.
Tanda lainnya adalah kencing berbusa dan ini sudah menjadi tanda bahwa kebocoran urine atau albuminuria-nya sudah cukup parah.
"Karena di awal tuh nggak ada gejala. Biasanya yang muda-muda udah gagal ginjal tuh, kebanyakan karena penyakit ini, penyakit peradangan ginjal." tutupnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Ungkap Pola Makan Gen Z yang Diam-diam Bikin Gagal Ginjal"
