![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto0 |
Kanker ginjal pada anak termasuk penyakit serius, tetapi peluang kesembuhannya cukup tinggi jika terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat. Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi dr Nur Melani Sari, SpA-Subsp HO(K), mengatakan secara statistik peluang kesembuhan kanker ginjal pada anak dapat mencapai sekitar 80 hingga 90 persen, terutama jika penyakit ditemukan pada stadium dini dan belum terjadi penyebaran.
Meski demikian, kondisi di Indonesia menunjukkan tantangan yang cukup besar. Banyak pasien yang baru datang ke fasilitas kesehatan saat penyakit sudah berada pada kondisi yang lebih berat. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Salah satunya adalah faktor dari keluarga pasien. Tidak sedikit orang tua yang awalnya menganggap gejala yang muncul sebagai gangguan kesehatan biasa, seperti perut kembung atau masalah buang air besar, sehingga pemeriksaan medis sering kali ditunda.
"Pertama, faktor dari pasien, karena tadi ada faktor denial dari orang tua, ah bukan apa-apa, ah ini kembung, ah ini memang karena susah BAB saja, dan lain sebagainya," ucapnya dalam konferensi pers, Selasa (10/3/2026).
Ada pula kekhawatiran sebagian masyarakat untuk memeriksakan diri ke dokter karena takut mendapatkan diagnosis penyakit serius. Selain faktor pasien, sistem rujukan layanan kesehatan juga menjadi tantangan tersendiri. Proses rujukan yang berjenjang, kendala administrasi seperti BPJS yang belum aktif, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan dapat memperlambat penanganan.
Di sisi lain, tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas lengkap serta tim khusus yang mampu menangani kanker anak secara komprehensif. Padahal, penanganan kanker pada anak memerlukan koordinasi berbagai tenaga medis agar terapi dapat berjalan optimal.
Tantangan lainnya adalah tingginya angka putus pengobatan pada pasien kanker anak. Padahal, terapi kanker memerlukan proses yang panjang dan harus dijalani secara konsisten.
"Jadi kalau dari teori atau statistika berkata bahwa harusnya 80-90 persen kanker ganas ginjal atau tumor ganas ginjal ini bisa disembuhkan, namun pada kenyataannya baru 30 persen, itu pun belum dipotong dengan 50 persen putus pengobatan," ucapnya lagi.
Di sisi lain, pengobatan kanker ginjal pada anak harus dilakukan melalui pendekatan multidisiplin karena terapi yang diberikan sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Setelah diagnosis kanker ginjal ditegakkan, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis pengobatan yang paling sesuai. Jika kondisi pasien memungkinkan, tindakan operasi biasanya menjadi terapi awal untuk mengangkat tumor.
Setelah itu, jaringan tumor akan diperiksa lebih lanjut secara mikroskopis untuk mengetahui jenis sel kanker serta apakah sudah terjadi penyebaran. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan terapi lanjutan yang lebih tepat.
"Namun bila terlalu besar, maka ada upaya untuk mengecilkan tumor yang terlebih dahulu dengan melakukan obat-obatan atau kemoterapi," ucapnya.
Setelah ukuran tumor mengecil, dokter akan mengevaluasi kembali penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan operasi atau terapi tambahan seperti radioterapi.
Karena proses pengobatan yang kompleks, penanganan kanker ginjal pada anak sebaiknya dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap serta tim multidisiplin agar terapi dapat berjalan secara optimal. Karena itu, deteksi dini serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi kunci penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan anak dengan kanker ginjal.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter: Peluang Sembuh Kanker Ginjal pada Anak Bisa 90 Persen, Ini Syaratnya"
