![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008 |
Selama Lebaran, makanan khas yang dikonsumsi sangat beragam. Biasanya didominasi dengan sajian bersantan, goreng-gorengan, hingga yang manis-manis.
Namun, pakar penyakit pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mewanti-wanti kebiasaan yang kerap dijalani seminggu setelah Lebaran. Itu bisa memicu kolik abdomen atau lebih tepatnya kolik bilier, yakni nyeri perut hebat yang muncul tiba-tiba akibat penyumbatan sementara pada saluran empedu yang paling sering disebabkan batu empedu.
"Sebagian masalah pada kandung empedu, mungkin sudah terjadi peradangan kronis atau ada batu di kandung empedu," ucap Prof Ari dikutip dari akun Instagram atas izin yang bersangkutan, Minggu (29/3/2026).
"Sekali lagi, makanan yang mengandung lemak tersebut ya coklat, keju, goreng-gorengan, gulai, dan santan ini bisa memicu terjadinya peradangan kembali pada kandung empedu tersebut," lanjutnya.
Selain itu, jika memang sudah memiliki riwayat batu pada empedu, terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan tersebut akan merangsang munculnya batu. Kemudian, kondisi tersebut akan mengiritasi dinding kandung empedu sehingga menimbulkan rasa nyeri.
Maka dari itu, Prof Ari menyarankan untuk menghindar makanan-makanan yang berlemak yang bisa merangsang kandung empedu yang memang sudah ada masalah sebelumnya.
"Atau mungkin juga Anda sudah ada batu di kantung empedu," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Banyak Konsumsi Makanan Berlemak saat Lebaran, Dokter Wanti-wanti Kena Penyakit Ini"
