Hagia Sophia

22 April 2026

Uya Kuya Bantah Punya Dapur MBG

Foto: Instagram @king_uyakuya

Nama Uya Kuya kembali ramai diperbincangkan usai muncul kabar viral yang menyebut dirinya mengelola 750 dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi tersebut beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi warganet.

Kabar itu salah satunya berasal dari unggahan akun Instagram @panglimarakyatkonoha yang menyebut Uya Kuya menjadi sosok di balik ratusan dapur MBG. Dalam unggahan tersebut, langkah itu bahkan disebut sebagai kontribusi besar untuk masa depan Indonesia.

"Hoaks. Sampai sekarang saya hanya memiliki dapur restoran @rm_aslirasa di Bendungan Hilir," tulis Uya melalui Instagram Story.

Legislator PAN ini juga menegaskan dirinya tidak memiliki satu pun dapur MBG. Ia mengaku heran dari mana asal tudingan tersebut.

"Yang saya bingung, dari mana cerita saya punya 750 dapur MBG. Saya tidak punya satu pun dapur MBG," beber dia kepada wartawan, Minggu (19/4.2025).

Laporkan Penyebar Hoaks ke Polisi

Tak tinggal diam, Uya Kuya memilih menempuh jalur hukum. Ia resmi melaporkan dugaan penyebaran berita bohong tersebut ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/2746/TV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan tersebut.

"Iya benar, terkait penyebaran berita bohong," ujarnya.

Uya menjelaskan, langkah hukum ini diambil karena penyebaran hoaks dinilai sudah merugikan dan berpotensi menimbulkan dampak lebih luas. Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya, di mana rumahnya sempat dijarah akibat viralnya informasi tidak benar di media sosial.

"Banyak video lama saya yang diedit seolah-olah itu pernyataan saya. Padahal saya tidak pernah bicara soal itu," kata Uya.

Sang istri, Astrid Kuya, juga ikut angkat bicara. Ia menegaskan kabar tersebut merupakan fitnah dan pihaknya tidak akan tinggal diam.

"Berita hoaks! Ini fitnah. Semua yang menyebarkan harus mempertanggungjawabkan," tegas Astrid.

Terlepas dari polemik yang terjadi, pemerintah menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi siapa pun, termasuk kader partai politik, untuk terlibat dalam program MBG.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyatakan semua pihak dipersilakan berpartisipasi, termasuk melalui penyediaan dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

"Siapa pun boleh membantu program MBG, termasuk partai politik. Yang penting dapurnya memenuhi standar dan makanannya aman," ujarnya.

Dalam petunjuk teknis Badan Gizi Nasional, disebutkan bahwa mitra penyedia dapur MBG berhak mendapatkan insentif.

Berdasarkan Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 yang diteken Dadan Hindayana, insentif fasilitas SPPG ditetapkan sebesar Rp 6 juta per hari.

Insentif ini diberikan kepada mitra-baik perorangan maupun badan hukum-yang menyediakan fasilitas dapur MBG, dan berlaku hingga dua tahun sejak dapur beroperasi.

Menariknya, insentif tetap diberikan meski dapur tidak beroperasi sementara, seperti saat libur nasional atau cuti bersama.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Uya Kuya Bantah Punya 750 Dapur MBG, Polisikan Penyebar Hoaks"