![]() |
| Lele ikan yang jorok? Foto: iStock |
Anggapan bahwa lele adalah ikan yang "makan kotoran" masih kerap terdengar di tengah masyarakat. Tak sedikit yang akhirnya ragu untuk mengonsumsinya, bahkan menganggap lele sebagai pilihan yang kurang higienis dibandingkan jenis ikan lainnya.
Padahal, di balik persepsi yang terlanjur melekat itu, praktik budidaya lele telah berkembang jauh lebih modern dan terkontrol.
Di era sekarang, benarkah lele masih dipelihara dengan cara-cara yang tidak layak? Atau anggapan tersebut sudah tidak lagi relevan dengan kondisi budidaya saat ini?
Mitos "Lele Makan Kotoran" Masih Dipercaya
Meski praktik budidaya perikanan terus berkembang, anggapan bahwa lele adalah ikan yang "makan kotoran" masih bertahan di sebagian masyarakat. Persepsi ini biasanya berangkat dari praktik lama atau cerita yang terus berulang tanpa pembaruan informasi. Akibatnya, tidak sedikit orang yang memandang lele sebagai sumber pangan yang kurang higienis.
Padahal, kondisi tersebut sudah jauh berubah. Dalam praktik budidaya modern, pemeliharaan lele kini dilakukan secara lebih terkontrol dengan memperhatikan kualitas air, pakan, hingga lingkungan hidup ikan.
"Anggapan tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi budidaya saat ini. Budidaya saat ini lele dipelihara dengan menggunakan air bersih secara intensif dengan berbagai macam metode teknologi," ujar pakar budidaya perikanan dari IPB University, Dr Ir Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, kepada detikcom baru-baru ini.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa stigma lama tidak lagi mencerminkan realitas budidaya lele saat ini. Alih-alih mengandalkan cara-cara tradisional yang tidak terstandar, sebagian besar pembudidaya kini telah beralih ke sistem yang lebih modern dan higienis.
Fakta Budidaya Lele Modern
Seiring perkembangan teknologi perikanan, praktik budidaya lele kini dilakukan dengan sistem yang lebih terstandar dan terkontrol. Pembudidaya tidak lagi mengandalkan cara-cara tradisional yang berisiko terhadap kualitas ikan, melainkan menggunakan metode intensif dengan pengelolaan air, pakan, dan lingkungan yang lebih baik.
Dalam skala industri, penggunaan pakan pun sudah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi lele agar pertumbuhan optimal dan kualitas daging tetap terjaga. Pakan yang baik tidak hanya mempercepat pertumbuhan, tetapi juga membantu menjaga kondisi lingkungan budidaya tetap stabil.
"Sudah jarang sekali bahkan tidak ada, untuk budidaya lele skala industri, rata-rata petani sudah memelihara secara intensif dengan menggunakan pakan pabrikan atau pakan mandiri," ujar Cecilia.
Ia menegaskan bahwa praktik budidaya lele saat ini telah mengalami banyak perubahan. Dengan sistem yang lebih modern dan penggunaan pakan yang terstandar, kualitas lele yang dihasilkan pun menjadi lebih terjamin dan layak untuk dikonsumsi.
Risiko Jika Lele Dipelihara Tidak Higienis
Meski praktik budidaya lele saat ini umumnya sudah modern dan terkontrol, bukan berarti risiko sepenuhnya hilang. Dalam kondisi tertentu, terutama jika lele dipelihara dengan pakan dan lingkungan yang tidak layak, potensi masalah keamanan pangan tetap bisa muncul.
Cecilia menegaskan, praktik pemberian pakan yang tidak sesuai standar maupun lingkungan budidaya yang kotor tidak dapat dibenarkan dari sisi keamanan pangan.
"Dari sisi keamanan pangan tidak dibenarkan. Pakan yang diberikan dan lingkungan yang kotor dapat menyebabkan kontaminasi baik secara kimia, biologi maupun fisika," jelasnya, saat dihubungi oleh detikcom, Kamis (23/04/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun secara teknis ikan tersebut tetap bisa dikonsumsi, risiko kontaminasi tetap menjadi perhatian.
"Sebenarnya bisa saja dikonsumsi, karena sudah menjadi daging, namun dikhawatirkan daging tersebut terkontaminasi bakteri dan secara keamanan pangan tidak higienis," lanjutnya.
Karena itu, anggapan bahwa lele tetap aman dikonsumsi meski dipelihara secara tidak layak perlu disikapi dengan hati-hati. Praktik budidaya yang baik tetap menjadi kunci utama untuk memastikan kualitas dan keamanan ikan yang sampai ke tangan konsumen.
Di tengah berkembangnya informasi yang belum tentu akurat, penting bagi masyarakat untuk tidak lagi terpaku pada stigma lama. Praktik budidaya lele telah mengalami banyak perubahan, dengan standar yang semakin baik dan penggunaan teknologi yang mendukung kualitas hasil panen.
"Secara terus menerus dan masif dilakukan edukasi bahwa ikan lele sekarang sudah dibudidaya dengan benar sesuai dengan cara budidaya ikan yang baik," ujarnya.
Dengan pemahaman yang lebih tepat, masyarakat tidak hanya terhindar dari informasi yang menyesatkan, tetapi juga dapat lebih percaya diri dalam memilih sumber pangan yang aman dan layak konsumsi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Benarkah Lele Ikan yang Jorok? Pakar IPB Ungkap Faktanya"
