![]() |
| Buah yang tak harus dikupas. Foto: iStock |
Banyak yang punya kebiasaan yang sama saat makan buah, kulitnya dikupas lalu langsung dibuang. Rasanya lebih bersih, lebih praktis, dan sudah dilakukan sejak lama. Padahal pada beberapa jenis buah, lapisan terluar justru menjadi tempat terkonsentrasinya serat, vitamin, serta antioksidan yang dibutuhkan tubuh.
Selama dicuci bersih dan berasal dari buah yang masih segar, ada beberapa kulit buah yang aman dikonsumsi. Bahkan, penelitian menunjukkan bagian luar buah kerap memiliki kandungan senyawa pelindung alami lebih tinggi karena berfungsi sebagai tameng buah. Berikut buah yang sering dikupas, padahal kulitnya masih layak dimakan.
Kulit apel termasuk bagian paling bernilai dari buah ini. Di lapisan luar apel terdapat serat pangan yang membantu pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama. Kulit apel juga kaya quercetin, yaitu senyawa flavonoid yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.
Itu sebabnya apel yang dimakan utuh sering dianggap memberi manfaat lebih lengkap dibanding apel yang dikupas tebal.
Studi yang terbit di jurnal Food and Function tahun 2025 menyoroti bahwa senyawa fenolik pada kulit apel jauh lebih tinggi dibanding bagian dagingnya. Kandungan ini berkaitan dengan efek perlindungan terhadap peradangan dan kesehatan metabolik.
2. Pir
Pir sering dikupas karena daging buahnya terasa lembut dan berair. Padahal kulit tipis pir ikut menyumbang serat yang bermanfaat untuk pencernaan. Saat dimakan bersama kulitnya, pir bisa memberi rasa kenyang lebih lama dan membantu kerja usus tetap teratur.
Bagian luar pir juga mengandung berbagai senyawa fenolik, yaitu komponen alami tumbuhan yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa ini membantu melindungi jaringan buah, sekaligus menjadi nilai gizi tambahan saat buah dikonsumsi utuh.
Penelitian tahun 2025 di jurnal Chemical and Biological Technologies in Agriculture menunjukkan kulit pir merupakan salah satu lokasi akumulasi senyawa fenolik. Temuan ini menguatkan bahwa bagian yang sering dikupas justru menyimpan komponen bioaktif yang sangat bernilai bagi kesehatan.
3. Kiwi
Kiwi sering masuk daftar buah yang langsung dikupas kulitnya. Permukaannya berbulu membuat banyak yang ragu menyantap bagian luarnya. Padahal setelah dicuci bersih, kulit kiwi masih bisa dimakan dan menyimpan serat tambahan yang cukup tinggi.
Daging kiwi terkenal kaya vitamin C. Saat dimakan bersama kulitnya, buah ini memberi manfaat berkali lipat serta tambahan serat dan antioksidan ekstra. Kombinasi ini baik untuk pencernaan, membantu rasa kenyang lebih lama, dan mendukung kesehatan usus.
Studi terbaru di jurnal Food Chemistry tahun 2026 menyoroti bahwa bagian kulit kiwi mengandung komponen bioaktif dan serat yang berpotensi memberi manfaat fungsional lebih besar dibanding hanya makan daging buahnya saja.
4. Anggur
Banyak yang makan anggur tanpa sadar bahwa bagian paling bernilai justru berada di kulitnya. Pada anggur merah dan ungu, warna pekat itu berasal dari antosianin, pigmen alami yang termasuk kelompok antioksidan.
Kulit anggur juga dikenal mengandung resveratrol, senyawa yang sering diteliti karena kaitannya dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Meski jumlahnya bervariasi antar jenis anggur, makan buah anggur secara utuh membantu mendapatkan manfaat lebih lengkap.
Berbagai publikasi mengenai nutrisi anggur menunjukkan konsentrasi polifenol anggur juga banyak terkumpul pada kulit anggur, bukan hanya daging buahnya.
5. Jambu Biji
Jambu biji termasuk buah yang cukup sering dimakan bersama kulitnya di Indonesia. Kebiasaan ini ternyata memberi keuntungan tambahan. Kulit jambu ikut menyumbang serat yang membantu pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Sementara itu, daging buah jambu biji terkenal kaya vitamin C. Saat dimakan utuh, tubuh mendapat kombinasi vitamin, serat, dan antioksidan dalam satu gigitan sederhana.
Penelitian di jurnal Electrophoresis tahun 2018 menunjukkan bagian kulit dan lapisan dekat kulit jambu biji memiliki kandungan senyawa bioaktif yang tinggi, termasuk polifenol dan komponen antioksidan alami.
Sebelum Dimakan, Perhatikan Cara Membersihkannya
Kulit buah tetap perlu dicuci di bawah air mengalir sambil digosok perlahan agar debu, kotoran, dan sisa lapisan di permukaannya berkurang. Pilih buah yang masih segar, lalu buang bagian yang memar, rusak, atau berjamur. Jika teksturnya terasa terlalu keras atau rasanya kurang nyaman, mengupas sebagian tetap boleh dilakukan.
Sering kali bagian yang dianggap sisa justru menyimpan manfaat dan nutrisi lebih banyak. Karena itu, sebelum kulit buah langsung dibuang, coba kenali dulu jenis buahnya dan pastikan apakah bagian tersebut masih aman serta layak dimakan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "5 Buah yang Tak Harus Dikupas, Kulitnya Malah Kaya Nutrisi"
