Hagia Sophia

22 May 2026

Sejumlah Korban Daycare Little Aresha Yogyakarta Kondisinya Mengkhawatirkan

Foto ilustrasi: Getty Images/Kristina Balianova

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengungkapkan kondisi anak-anak yang pernah dititipkan di daycare Little Aresha. Belasan anak mengalami penyimpangan perkembangan.

Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, mengungkapkan pihaknya melakukan skrining pada 153 anak.

Hal ini dilakukan oleh psikolog klinis yang bertujuan untuk melihat perkembangan anak apakah sesuai dengan usianya, yang mengacu pada pedoman dari Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).

"Hasilnya ini 12 anak mengalami penyimpangan perkembangan, 19 anak berada dalam kategori meragukan, dan 122 anak berada dalam kondisi perkembangan normal," terang Aan dalam konferensi pers di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (19/5/2026), dikutip dari detikJogja.

Para korban kemudian dirujuk ke puskesmas untuk diperiksa perkembangannya secara komprehensif. Aan menjelaskan ada beberapa kategori penyimpangan yang terjadi pada korban.

"Memang penyimpangan itu ada beberapa kategori, mulai dari yang speech delay atau keterlambatan bicara," ucap Aan.

"Kemudian gejala ke arah autis, ADHD itu tadi banyak gerak, jadi lebih hiperaktif gitu dibanding dengan teman sebayanya atau seusianya, sehingga ini yang perlu dirujuk," sambungnya.

Korban Alami Gangguan Gizi

Dinkes Yogyakarta juga melakukan pemeriksaan gizi anak oleh nutrisionis dari pengukuran antropometri. Didapatkan sebanyak 149 anak yang menjalani skrining pertumbuhan, ditemukan 18 anak mengalami masalah gizi pada tahap berat badan dan gizi yang kurang.

"Jadi, ini tidak bisa disebut sebagai gizi buruk ya, jadi sangat jauh berbeda. Ini baru suatu kondisi tahap awal dari kekurangan gizi pada anak balita," tutur Aan.

"Kalau kita lihat secara fisik bahkan ada yang tidak tampak kekurangannya, tapi karena kita melaksanakan pengukuran tumbuh kembang ini berdasarkan standarnya, antropometri, sehingga bisa diketahui ada beberapa anak berat badannya kurang dan gizi kurang," tambahnya.

Aan mengungkapkan dari 18 anak yang dirujuk ke Puskesmas, 9 anak sudah hadir. Sementara 9 orang lainnya, kemungkinan masih dalam tahapan tahapan pemeriksaan psikologisnya, jadi belum bisa datang ke Puskesmas.

Terkait ini, Aan menegaskan pihaknya akan mendampingi dan menindaklanjuti kasus tersebut bersama tim kesehatan setempat. Hal ini dilakukan agar para korban daycare Little Aresha mendapatkan penanganan yang optimal.

"Jadi, kalau misalnya pada saat dilaksanakan di Puskesmas dibutuhkan untuk rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya rumah sakit, sudah disiapkan Rumah Sakit Pratama, RSUD Kota Yogyakarta, dan apabila ternyata dibutuhkan rujukan yang lebih tinggi lagi, RSUP Dr Sardjito juga sudah siap," tegas Aan.

"Kita sudah melaksanakan koordinasi dengan rumah sakit tersebut, khususnya untuk psikolog dan juga untuk dokter anaknya. Jadi, Insya Allah kalau memang dibutuhkan rujukan yang lebih tinggi sudah siap dilayani," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kondisi 12 Korban Daycare Little Aresha Mengkhawatirkan, Dinkes Jogja Bilang Gini"