Hagia Sophia

17 June 2026

Probiotik Tak Selalu Berupa Produk Tinggi Gula

Probiotik nggak harus tinggi gula. Foto: iStock

Probiotik sudah lama dikenal dianggap punya manfaat bagi kesehatan pencernaan. Berbagai produk minuman dan makanan probiotik pun semakin mudah ditemukan di pasaran. Namun, tidak semua produk probiotik hadir dalam bentuk dan kandungan komposisi gizi yang sama. Sebagian produk mengandung gula tambahan yang cukup tinggi untuk meningkatkan cita rasa dan membuatnya lebih disukai konsumen.

Di sisi lain, pilihan produk probiotik dengan kandungan gula yang lebih rendah memang tersedia. Hanya saja, rasa yang dihasilkan sering tidak semanis atau sepopuler produk dengan tambahan gula yang lebih banyak. Kondisi ini membuat dilema antara mengejar manfaat probiotik dan mengendalikan asupan gula harian.

Kabar baiknya lagi, menjaga keseimbangan mikrobiota usus tidak hanya bergantung pada probiotik. Ada komponen lain yang sering kurang mendapat perhatian, yaitu prebiotik.

Probiotik Tak Selalu Berupa Produk Tinggi Gula

Manfaat probiotik bagi kesehatan pencernaan memang didukung oleh banyak penelitian. Mikroorganisme hidup ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.

Namun, sumber probiotik tidak hanya berasal dari minuman probiotik kemasan. Tempe, yogurt tanpa gula tambahan, kefir, kimchi, hingga berbagai makanan fermentasi tradisional juga mengandung mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesehatan.

Pada sebagian produk minuman probiotik, tambahan gula digunakan untuk menciptakan rasa yang lebih disukai konsumen. Karena itu, memilih sumber probiotik tidak cukup hanya melihat klaim probiotiknya saja. Kandungan gula, kalori, serta komposisi gizi secara keseluruhan tetap perlu menjadi pertimbangan.

Bagi yang ingin mendapatkan manfaat probiotik dengan asupan gula yang lebih rendah, sumber probiotik alami atau produk tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan. Meski rasanya mungkin tidak semanis sebagian produk minuman probiotik, manfaat yang diberikan tetap berasal dari mikroorganisme baik yang terkandung di dalamnya.

Apa Beda Probiotik Vs Prebiotik?

Jika probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan, prebiotik merupakan makanan bagi mikroorganisme tersebut.

Prebiotik umumnya berupa serat pangan yang tidak dicerna tubuh. Ketika mencapai usus besar, serat ini menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik yang hidup di dalam saluran cerna.

Sederhananya, probiotik adalah bakterinya, sedangkan prebiotik adalah makanannya. Keduanya memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi-hepatologi, Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa prebiotik dapat memberikan manfaat melalui mekanisme yang berbeda dibanding probiotik.

"Prebiotik menumbuhkan bakteri-bakteri yang bagus dan itu akan memberikan dampak yang lebih baik," kata dr Rino saat ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pengaruh prebiotik bersifat tidak langsung melalui perbaikan kondisi usus dan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan.

Berbeda dengan probiotik yang sering dikaitkan dengan yogurt atau minuman fermentasi, prebiotik sebenarnya banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari.

Sumber prebiotik antara lain pisang, bawang putih, bawang bombai, asparagus, gandum utuh, oat, kacang-kacangan, serta berbagai sayuran dan buah yang kaya serat.

Konsumsi makanan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan serat harian, tetapi juga menyediakan nutrisi bagi bakteri baik di dalam usus. Karena berasal dari bahan pangan alami, sumber prebiotik juga umumnya tidak disertai tambahan gula seperti yang ditemukan pada sebagian produk minuman olahan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Probiotik Tak Harus dari Produk Tinggi Gula, Ini Faktanya"