Hagia Sophia

17 June 2026

Keju Bisa Lindungi Gigi Usai Makan Manis, Benarkah?

Keju bisa menangkal efek gula? Foto: Getty Images/Riza Azhari

Es krim, kue, atau permen sering kali menjadi "tersangka utama" di balik gigi berlubang karena kandungan gulanya. Lalu, ada pula anggapan yang menyebut bahwa makan keju setelah mengonsumsi makanan manis dapat membantu melindungi kesehatan gigi.

Anggapan ini bukan tanpa dasar. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa keju dapat merangsang produksi air liur dan membantu meningkatkan pH di dalam mulut, kondisi yang dinilai dapat mengurangi risiko kerusakan gigi akibat paparan asam setelah makan makanan manis.

Meski demikian, bukan berarti keju bisa menghapus seluruh dampak konsumsi gula atau menjadi pengganti kebiasaan menjaga kebersihan gigi. Selain itu, keju juga mengandung kalori yang perlu diperhitungkan dalam pola makan sehari-hari.

Lalu, benarkah makan keju setelah makanan manis dapat membantu menjaga kesehatan gigi? Dan apakah kebiasaan ini perlu dilakukan oleh semua orang?

Benarkah Keju Setelah Makanan Manis Bisa Melindungi Gigi?

Makanan dan minuman manis sering dikaitkan dengan peningkatan risiko gigi berlubang. Hal ini terjadi karena bakteri di dalam mulut memanfaatkan gula sebagai sumber energi dan menghasilkan asam sebagai produk sampingnya. Asam tersebut dapat menurunkan pH di dalam mulut, sehingga lama-kelamaan mengikis mineral pada lapisan terluar gigi atau email gigi.

Jika kondisi ini terjadi terlalu sering tanpa diimbangi proses pemulihan alami, email gigi dapat mengalami demineralisasi dan meningkatkan risiko terbentuknya karies atau gigi berlubang.

Di sinilah keju diduga dapat memberikan manfaat. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal General Dentistry pada 2013 melibatkan 68 anak dan remaja berusia 12-15 tahun yang diminta mengonsumsi sekitar 12-15 gram keju cheddar, susu, atau yoghurt tanpa gula. Hasilnya, peserta yang mengonsumsi keju mengalami peningkatan pH plak gigi dalam 10 hingga 30 menit setelah makan, sedangkan peningkatan serupa tidak ditemukan pada kelompok susu maupun yoghurt.

Para peneliti menduga ada beberapa alasan di balik efek tersebut. Salah satunya adalah keju dapat merangsang produksi air liur. Air liur berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi karena membantu membersihkan sisa makanan, menetralkan asam, serta mengembalikan keseimbangan pH di dalam mulut.

Selain itu, keju juga mengandung mineral seperti kalsium dan fosfat yang dibutuhkan dalam proses remineralisasi, yaitu proses alami ketika mineral kembali disimpan pada permukaan email gigi yang sempat kehilangan kandungannya akibat paparan asam.

Meski begitu, temuan ini tidak berarti keju dapat sepenuhnya "menetralisir" dampak makanan manis atau mencegah gigi berlubang dalam segala kondisi. Penelitian tersebut juga tidak menyimpulkan bahwa semua orang perlu mengonsumsi keju setiap kali makan makanan manis. Efek yang ditemukan hanya menunjukkan bahwa keju berpotensi membantu menciptakan kondisi mulut yang lebih mendukung kesehatan gigi.

Dengan kata lain, makan keju setelah makanan manis dapat menjadi salah satu kebiasaan yang berpotensi bermanfaat bagi kesehatan gigi, tetapi bukan solusi tunggal untuk mengatasi dampak konsumsi gula maupun pengganti kebiasaan menjaga kebersihan gigi sehari-hari.

Jangan Sampai Jadi Alasan Menambah Asupan Kalori

Meski keju berpotensi membantu menjaga kesehatan gigi, bukan berarti makanan ini perlu dikonsumsi setiap kali makan makanan manis. Keju tetap mengandung kalori dan lemak yang perlu diperhitungkan dalam pola makan sehari-hari.

Dalam tinjauan yang diterbitkan di jurnal Obesity Reviews pada 2017, para peneliti menjelaskan bahwa kenaikan berat badan terjadi ketika asupan energi secara konsisten melebihi energi yang dikeluarkan tubuh. Karena itu, kebiasaan menambahkan keju setelah dessert berpotensi meningkatkan asupan kalori harian jika dilakukan terlalu sering tanpa menyesuaikan porsi makan secara keseluruhan.

Alih-alih mengandalkan satu jenis makanan untuk mengurangi dampak konsumsi gula, para ahli lebih menekankan pentingnya membatasi frekuensi konsumsi makanan manis, menjaga kebersihan gigi, serta menerapkan pola makan yang seimbang.

Kesimpulannya, makan keju setelah makanan manis memang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan gigi, tetapi bukan berarti semua orang perlu melakukannya. Kebiasaan ini juga tidak dapat menggantikan pentingnya membatasi asupan gula dan menjaga kesehatan gigi secara rutin.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Keju Bisa Tangkal Kerusakan Gigi usai Makan Manis, Benarkah?"