Hagia Sophia

10 August 2022

Langya Henipavirus, Virus Baru yang Muncul di China Timur

detikcom

Belum kelar dengan COVID-19 dan cacar monyet, kini muncul lagi Langya virus atau dikenal Langya henipavirus (LayV) yang telah menginfeksi 35 orang di provinsi Henan dan Shandong, China Timur. Laporan ini dikonfirmasi langsung oleh media resmi negara tersebut pada hari Selasa (9/8/2022).

Langya virus awalnya ditemukan pada sampel tenggorokan pasien di provinsi-provinsi tersebut. Begitu juga tak ada vaksin atau pengobatan untuk Langya virus. Satu-satunya solusi adalah memberikan perawatan suportif untuk menghindari komplikasi.

Seberapa Bahaya Langya Virus?

Virus zoonosis ini milik keluarga yang sama dengan virus nipa yang mematikan, biasanya ditemukan pada kelelawar. Adapun virus nipah juga menyebar melalui sekresi pernapasan seperti COVID-19, namun lebih berbahaya lantaran bisa membunuh tiga perempat manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendaftarkan Nipah yang paling mungkin menyebabkan pandemi berikutnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan sebelumnya mengungkapkan bahwa Langya pertama kali terlihat menginfeksi manusia pada tahun 2019. Sebagian besar kasus baru muncul beberapa tahun belakangan ini.

Selama tahun pertama pandemi antara Januari dan Juli 2022, para peneliti Institut Mikrobiologi dan Epidemiologi Beijing tidak menemukan lagi infeksi Langya virus. Alhasil, mereka menghentikan pekerjaan untuk fokus terhadap penyebaran COVID-19. Namun, ternyata 11 kasus Langya virus ditemukan mulai Juli 2020 dan seterusnya.

Peneliti juga menemukan bahwa gejala yang paling umum dari Langya virus ini adalah demam. Kemudian diikuti dengan gejala lainnya, seperti batuk (50 persen), kelelahan (54 persen), kehilangan nafsu makan (50 persen), nyeri otot (46 persen), dan kecenderungan untuk muntah (38 persen).

Meskipun demikian, sampai saat ini belum ditemukan kasus kematian akibat virus tersebut.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Muncul Ancaman Baru Virus Langya di China, Seberapa Bahaya?"