![]() |
| Ilustrasi bangun tidur untuk sahur. (Foto: Getty Images/golfcphoto) |
Selama bulan Ramadan, pola hidup sehari-hari akan mengalami perubahan. Mulai dari waktu makan hingga jam tidur yang mungkin lebih singkat dari hari biasanya.
Baru-baru ini, netizen ramai mengomentari seorang influencer di media sosial. Hal ini dipicu curhatannya soal sahur yang agak sedikit mengganggu jam tidur.
Dalam postingannya, ia berkeluh kesah kalau dirinya mencoba sahur, tetapi tubuhnya lemas di siang harinya. Hal ini karena waktu tidur normal yang berkurang jauh.
Pola Tidur yang Berubah Selama Bulan Ramadan
Terkait hal ini, praktisi kesehatan tidur dr Andreas Arman Prasadja, RPSGT, menyebut memang bangun sahur mengganggu pola tidur. Ini terjadi karena perubahan waktu tidur yang mendadak.
Meski begitu, masalah ini masih bisa diatur. Salah satunya adalah tidur saat ada kesempatan.
"Pertama, kalau saran saya sederhana saja. Walaupun pola tidur kita terganggu sementara, ya begitu ada kesempatan ya tidurlah," terang dr Andreas pada detikcom, Selasa (24/2/2026).
"Kalau malam hari, ya habis tarawih, masih ada kegiatan ini itu, jadi tidurnya malah lebih larut. Kemudian bangun subuh, bangun sahur, kemudian ya tidur lagi lah setelah sahur," sambungnya.
Begitu juga sebelum beraktivitas. Menurut dr Andreas, saat akan bekerja bisa juga menyempatkan tidur saat di kendaraan umum.
dr Andreas juga menyinggung waktu makan siang di bulan puasa. Karena tidak makan, bisa juga menyempatkan tidur setelah beribadah.
"Penting sebelum pulang ada kesempatan untuk tidur, ya tidur. Begitu di kendaraan umum, tidur lagi atau sesampainya di rumah ada kesempatan tidur, ya tidur dulu sebelum berbuka," ucap dr Andreas.
"Atau setelah buka kalau masih ada kesempatan sedikit, tidur dulu. Setiap ada kesempatan tidur, gunakan untuk tidur. Memang pola terganggu, tapi prioritas kita kecukupan tidur, ya diprioritaskan," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sahur Ganggu Waktu Tidur? Begini Biar Nggak Ngantuk Mulu saat Puasa"
