Hagia Sophia

27 February 2026

Benarkah Kolang-kaling Ampuh Lancarkan BAB? Ini Faktanya

Kolang-kaling hijau. Foto: Getty Images/Tyas Indayanti

Kolang-kaling hampir selalu ada di momen buka puasa, entah dicampur dalam es buah, kolak, atau disajikan sebagai manisan dingin yang menyegarkan tenggorokan setelah seharian menahan haus.

Teksturnya kenyal dan rasanya ringan, membuat banyak orang menyukainya tanpa berpikir panjang soal kandungan gizinya. Ternyata di balik tampilannya yang sederhana, kolang-kaling menyimpan serat dan air dalam jumlah yang cukup tinggi. Kombinasi ini ternyata berkaitan dengan keluhan yang sering muncul di bulan Ramadan, yaitu susah buang air besar.

Perubahan jam makan, asupan cairan yang terbatas, serta pilihan menu berbuka yang cenderung manis dan rendah serat membuat kerja usus ikut berubah. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa sebagian orang merasa frekuensi BAB menurun selama puasa. Kolang-kaling kemudian sering disebut-sebut sebagai salah satu menu buka puasa yang bisa membantu melancarkan pencernaan.

Kandungan Serat Kolang-kaling dan Perannya di Usus

Kolang-kaling berasal dari buah pohon aren atau Arenga pinnata. Dalam 100 gram kolang-kaling terkandung 94 persen air serta 1,6 gram serat pangan yang berkontribusi dalam menjaga kelancaran saluran cerna.

Serat membantu meningkatkan massa feses sekaligus mempertahankan kadar air di dalamnya. Proses ini mendukung pergerakan usus yang lebih teratur sehingga feses lebih mudah dikeluarkan. Asupan serat yang cukup juga berhubungan dengan konsistensi feses yang lebih lunak dan frekuensi BAB yang lebih stabil.

Tinjauan ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Nutrients oleh MDPI tahun 2022 menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi serat berkaitan dengan perbaikan gejala konstipasi, termasuk peningkatan frekuensi BAB dan perbaikan tekstur feses. Efek tersebut terlihat ketika asupan serat dilakukan secara konsisten dan diimbangi dengan cairan yang tercukupi.

Dalam konteks Ramadan, kolang-kaling dapat menjadi tambahan sumber serat dan cairan yang praktis karena mudah ditemukan dan umum dikonsumsi saat berbuka. Kolang-kaling bisa membantu melengkapi kebutuhan serat harian yang sering kali tidak tercapai akibat pola makan yang berubah.

Puasa dan Perubahan Ritme Pencernaan

Puasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Selama seharian, tubuh beradaptasi dengan cara menyerap lebih banyak air dari sisa makanan di usus besar. Dampaknya, feses menjadi lebih kering dan padat.

Perubahan jadwal makan turut mempengaruhi mekanisme sistem pencernaan. Ritme makan yang biasanya tersebar sepanjang hari menjadi hanya pada waktu sebelum sahur dan sesudah berbuka. Jika kedua waktu ini tidak diisi dengan cukup serat dan cairan, risiko konstipasi meningkat.

Penelitian yang dimuat dalam World Journal of Gastroenterology menegaskan bahwa kecukupan cairan dan serat merupakan faktor penting dalam menjaga motilitas usus serta konsistensi feses. Kekurangan salah satu atau keduanya dapat memperlambat pergerakan usus.

Cara Mengonsumsi Kolang-kaling agar Manfaatnya Optimal

Kolang-kaling dapat menjadi bagian dari strategi sederhana untuk menjaga pencernaan tetap nyaman selama puasa. Penyajiannya tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak berkurang. Penggunaan sirup atau gula berlebihan meningkatkan asupan kalori dan membuat tubuh makin merasa haus.

Pengolahan yang lebih sederhana, seperti direbus dan dicampur dengan potongan buah segar tinggi serat, membantu menciptakan komposisi menu yang lebih seimbang. Kombinasi dengan pepaya, semangka, atau pir bisa menambah variasi serat dalam satu sajian berbuka.

Asupan air putih yang cukup sejak berbuka hingga sahur juga berperan besar dalam mendukung kerja serat di dalam usus. Kebutuhan cairan yang terpenuhi membantu menjaga feses tetap lunak dan lebih mudah dikeluarkan.

Kolang-kaling bukan solusi instan untuk sembelit dan tidak menggantikan kebutuhan sayur serta buah harian. Perannya lebih tepat dipahami sebagai bagian yang mendukung pola makan yang lebih kaya serat dan cukup cairan. Menu buka puasa yang dipilih dengan lebih sadar akan berdampak langsung pada kenyamanan tubuh sepanjang menjalani ibadah di bulan Ramadan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Populer Jadi Menu Takjil, Kolang-kaling Ampuh Lancarkan BAB? Ini Faktanya"