Hagia Sophia

11 March 2026

Lari Marathon Bisa Tingkatkan Risiko Aritmia, Ini Pesan Dokter Jantung

Risiko aritmia pada pelari marathon. Foto: Getty Images/Nastasic

Olahraga teratur memang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Tapi olahraga yang terlalu intens seperti lari marathon dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung, khususnya Atrial Fibrillation (AFib).

Hal ini disampaikan oleh Prof Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP (K), guru besar kardiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang juga seorang konsultan aritmia. Menurutnya, kejadian Atrial Fibrillation (AF atau Afib), salah satu bentuk gangguan irama jantung yang paling umum ditemukan, lebih tinggi pada orang-orang dengan olahraga intensitas tinggi seperti lari marathon.

"Irisannya di Atrial Myopathy," tegas Prof Yoga, Kamis (5/3/2026).

Atrial Myopathy merupakan perubahan struktur pada serambi jantung yang mempengaruhi kelistrikan jantung. Dampak dari perubahan tersebut adalah terjadinya gangguan pada irama jantung atau aritmia.

Aritmia sendiri merupakan salah satu faktor risiko gangguan kardiovaskular yang lebih serius, termasuk stroke.

Apakah berarti lari marathon dapat membahayakan jantung? Menurut Prof Yoga, kuncinya adalah tidak membebani jantung secara berlebihan dan memberi kesempatan bagi sel-sel jantung untuk memperbaiki diri ketika mengalami kerusakan.

"Yang menjadi masalah adalah jeda, kebutuhan fase recovery. Fase recovery itu harus cukup di antara olahraga yang high intensity, sehingga memberi kesempatan bagi jantung untuk recover," jelas Prof Yoga.

"Kalau orang yang sangat kompetitif, sering, sehingga fase recovery-nya kurang, terbukti secara ilmiah kejadian aritmia dalam hal ini atrial fibrilasi," tandasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awas! Lari Marathon Bisa Tingkatkan Risiko Aritmia, Ini Wanti-wanti Dokter Jantung"