![]() |
| Nutrisi tempe. Foto: iStock |
Tempe sudah lama menjadi bagian dari menu sehari-hari di Indonesia. Selain rasanya akrab di lidah, tempe juga dikenal sebagai sumber protein nabati yang mudah dijangkau.
Belakangan ini muncul anggapan bahwa terlalu sering makan tempe bisa membuat pria menjadi mandul dengan menurunkan kadar testosteron. Kekhawatiran ini biasanya dikaitkan dengan kandungan fitoestrogen dalam kedelai yang dianggap mirip dengan hormon estrogen pada tubuh manusia.
Sekilas anggapan ini terdengar masuk akal dan banyak yang percaya. Namun, apakah benar seperti itu? Mari kita bahas.
Fitoestrogen dalam Kedelai Tidak Bekerja Seperti Hormon Tubuh
Tempe dibuat dari kedelai yang mengandung senyawa isoflavon, salah satu jenis fitoestrogen. Senyawa ini memang memiliki struktur yang mirip dengan hormon estrogen, tetapi aktivitasnya di dalam tubuh jauh lebih lemah.
Tinjauan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility tahun 2010 meneliti hubungan konsumsi kedelai dengan hormon pria. Hasilnya menunjukkan konsumsi produk kedelai tidak berkaitan dengan penurunan kadar testosteron pada pria sehat.
Temuan serupa juga dilaporkan dalam analisis yang dimuat dalam jurnal Reproductive Toxicology tahun 2021. Penelitian tersebut meninjau berbagai studi klinis dan menyimpulkan bahwa konsumsi protein kedelai maupun isoflavon tidak memengaruhi kadar testosteron total maupun testosteron bebas pada pria.
Dengan kata lain, keberadaan fitoestrogen dalam kedelai tidak serta merta mengganggu keseimbangan hormon pria.
Kandungan Fitoestrogen dalam Tempe
Dalam berbagai penelitian pangan, 100 gram tempe mengandung sekitar 50 sampai 55 mg isoflavon. Jumlah ini bisa sedikit berbeda tergantung jenis kedelai dan proses fermentasinya.
Jika dilihat dari porsi makan sehari hari, satu potong tempe biasanya hanya sekitar 30 sampai 50 gram. Artinya, isoflavon yang masuk ke tubuh dari satu porsi tempe kira kira hanya 15 sampai 25 mg.
Beberapa penelitian pada manusia juga sudah melihat apakah asupan isoflavon dapat memengaruhi hormon pria. Hasilnya menunjukkan konsumsi isoflavon dari makanan kedelai bahkan hingga lebih dari 75 mg per hari tidak menurunkan kadar testosteron pada pria.
Tinjauan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Reproductive Toxicology tahun 2021 bahkan menyimpulkan konsumsi protein kedelai maupun isoflavon tidak memengaruhi testosteron total maupun testosteron bebas pada pria.
Dengan kata lain, jumlah fitoestrogen yang diperoleh dari makan tempe dalam porsi wajar setiap hari tetap aman dari kekhawatiran risiko kemandulan.
Kesuburan Pria Dipengaruhi Banyak Faktor
Kesuburan pria tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja. Banyak faktor lain yang justru memiliki pengaruh lebih besar terhadap kualitas sperma dan hormon reproduksi.
Berat badan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola tidur, hingga tingkat stres dapat memengaruhi produksi sperma. Paparan panas berlebih pada area testis atau meletakkan laptop di pangkuan dalam waktu lama, juga diketahui bisa memengaruhi kualitas sperma.
Pola makan secara keseluruhan juga berperan. Asupan gizi yang kurang seimbang, terutama kekurangan protein, vitamin, dan mineral tertentu seperti zinc dan selenium, dapat memengaruhi kesehatan reproduksi pria.
Karena itu, kesuburan pria biasanya dilihat dari berbagai aspek gaya hidup secara menyeluruh, bukan dari konsumsi satu jenis makanan saja seperti makan tempe tiap hari.
Tempe Tetap Menjadi Sumber Protein yang Baik
Di balik berbagai mitos yang beredar, tempe sebenarnya termasuk makanan yang cukup bernutrisi serta menghadirkan variasi asam amino esensial. Proses fermentasi membuat protein kedelai menjadi lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia, sekitar 100 gram tempe mengandung sekitar 20,8 gram protein. Tempe juga menyediakan serat, zat besi, magnesium, serta beberapa vitamin B yang penting bagi metabolisme tubuh.
Fermentasi oleh jamur Rhizopus membantu memecah sebagian komponen kedelai sehingga nutrisinya lebih mudah diserap. Proses ini juga menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh.
Karena itu, tempe tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehari hari sebagai salah satu sumber protein nabati yang baik dan harganya terjangkau. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan konsumsi tempe dalam jumlah wajar dapat menyebabkan pria menjadi mandul.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Keseringan Makan Tempe Bikin Pria Mandul? Ini Faktanya"
