![]() |
| Pandemi Hantavirus Sudah Diprediksi Sejak 5 Tahun Lalu Foto: Getty Images/iStockphoto/ozgurdonmaz |
Di tengah heboh kasus Hantavirus yang kembali mencuat pada 2026, ternyata ancaman virus ini sudah diperingatkan sejak lima tahun lalu. Aliansi vaksin dunia Gavi melalui platform VaccinesWork pernah menerbitkan artikel berjudul The Next Pandemic: Hantavirus pada 10 Mei 2021.
Dalam artikel tersebut, Gavi menyoroti potensi Hantavirus menjadi ancaman kesehatan global di masa depan, terutama karena adanya kasus penularan antarmanusia yang mulai terdeteksi di beberapa wilayah Amerika Selatan. "Epidemics of person-to-person transmission of the Andes virus in Argentina and Chile indicate it can evolve to sustain human-to-human transmission," tulis VaccinesWork.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang menyebar dari hewan pengerat ke manusia. Penularan paling umum terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Sudah Jadi Perhatian Sejak 1993
Kekhawatiran terhadap Hantavirus sebenarnya bukan hal baru. Pada April 1993, wilayah Four Corners di Amerika Serikat - perbatasan Utah, Colorado, Arizona, dan New Mexico - digemparkan wabah misterius yang menewaskan pasangan muda suku Navajo.
Setelah penyelidikan panjang, ilmuwan menemukan spesies baru Hantavirus bernama Sin Nombre Virus. Wabah tersebut akhirnya dikenal sebagai "1993 Four Corners outbreak" dan menjadi titik awal meningkatnya perhatian dunia terhadap evolusi Hantavirus.
Menurut Gavi, perbedaan antara Hantavirus "Old World" dan "New World" menjadi faktor penting dalam memahami ancaman virus ini. Jenis Old World banyak ditemukan di Eropa dan Asia dan umumnya menyebabkan HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome), sementara tipe New World di Amerika dapat memicu HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) yang jauh lebih mematikan.
Meski WHO dan berbagai lembaga kesehatan global masih mengategorikan ancaman pandemi Hantavirus sebagai "low", virus ini memiliki tingkat fatalitas yang mengkhawatirkan.
Untuk HFRS, tingkat kematian berkisar 5-15%. Namun pada HPS, fatalitasnya bisa mencapai 35-50%.
Gejala awal Hantavirus sering mirip flu biasa, seperti demam, nyeri tubuh, dan muntah. Namun kondisinya dapat berkembang menjadi pendarahan internal, gagal ginjal, penumpukan cairan di paru-paru, hingga syok kardiovaskular.
Yang membuat ilmuwan khawatir, masa inkubasi Hantavirus cukup panjang, yakni dua hingga empat minggu. Kondisi ini memungkinkan seseorang menyebarkan virus atau melakukan perjalanan sebelum gejalanya muncul.
![]() |
| Artikel Hantavirus yang dipublish Gavi Foto: Gavi |
Penularan Antarmanusia Masih Langka
Selama ini Hantavirus dikenal menyebar dari tikus ke manusia. Namun beberapa epidemi kecil pada 1996, 2006, dan 2018 menunjukkan adanya indikasi penularan antarmanusia, terutama pada Andes virus di Argentina dan Chile.
Karena itulah, Gavi menilai pengawasan genomik dan serologi menjadi sangat penting untuk memantau mutasi virus yang berpotensi meningkatkan kemampuan penularan.
"Healthcare systems should be prepared to implement prevention strategies for person-to-person transmission," tulis laporan tersebut.
Hingga kini belum ada vaksin Hantavirus yang digunakan secara luas di dunia. Korea Selatan memang mengembangkan vaksin terhadap HFRS sejak 1990, namun penggunaannya masih terbatas di China dan Korea Selatan karena bukti efektivitas yang dinilai belum cukup kuat.
Sementara untuk HPS, saat ini beberapa kandidat vaksin masih berada dalam tahap uji klinis.
Penanganan pasien Hantavirus sebagian besar masih bersifat suportif, seperti penggunaan ventilator dan obat antivirus ribavirin. Sayangnya, efektivitas ribavirin terhadap Hantavirus juga masih diperdebatkan.
Cara Mengurangi Risiko
Gavi menekankan langkah paling penting untuk mencegah Hantavirus adalah menghindari kontak dengan tikus dan lingkungan yang terkontaminasi.
Masyarakat disarankan menyimpan makanan dalam wadah tertutup, menjaga kebersihan rumah, serta segera melakukan pengendalian tikus bila terjadi infestasi. Pembersihan kotoran tikus juga harus dilakukan hati-hati agar tidak menghirup aerosol yang membawa virus.
Di sisi lain, penguatan sistem pengawasan penyakit dan kesiapan rumah sakit menghadapi potensi penularan antarmanusia dinilai menjadi langkah krusial agar Hantavirus tidak berkembang menjadi pandemi baru.
Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Pandemi Hantavirus Sudah Diprediksi Sejak 5 Tahun Lalu"

