Hagia Sophia

30 January 2026

Diduga Akibat Overwork, Pria 32 Tahun Ini Tewas

Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff

Seorang pria asal Guangdong, China, meninggal dunia akibat serangan jantung yang terjadi pada 29 November 2025. Penyakit yang diidap Gao Guanghui itu dikaitkan dengan beban kerjanya sebagai programmer yang memang sangat berat.

Dikutip dari Mothership, Gao telah dipromosikan menjadi manajer departemen. Hal itu yang menuntutnya sering bekerja lembur hingga hari kematiannya.

Dari ponselnya, terlihat sang istri sempat mengirimkan pesan agar Gao segera pulang dan beristirahat di rumah.

"Di mana kamu? Bisakah kamu segera pulang? Tahukah kamu bahwa kami masih menunggumu pulang?" tulis pesan tersebut.

Mengeluh Tak Enak Badan hingga Pingsan

Pada 29 November pagi, Gao bekerja dari rumahnya seperti biasanya. Tetapi, pria itu tiba-tiba merasa tidak enak badan dan sulit untuk berdiri.

Gao pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Ia sempat meminta istrinya untuk membawakan laptop miliknya ke rumah sakit.

Pria itu berpikir kondisinya tidak serius, sehingga bisa segera bekerja kembali

Namun, saat menuju ke rumah sakit, Gao tiba-tiba pingsan dan mulai kejang-kejang. Dikutip dari Must Share News, para tetangga langsung menghubungi layanan darurat dan bergantian melakukan resusitasi jantung paru (CPR), sambil menunggu tim medis tiba.

Tim medis sampai ke tempat Gao pada pukul 09.14 waktu setempat. Lalu, pukul 09.46 Gao dipindahkan ke Rumah Sakit Afiliasi Kedua Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China, Provinsi Guangdong karena koma.

Sayangnya, nyawa Gao tidak bisa diselamatkan. Pria itu dinyatakan meninggal dunia secara klinis pada pukul 13.00.

Hasil Catatan Medis

Dari catatan medis diketahui bahwa penyebab kematian Gao adalah henti napas dan jantung mendadak, dengan sindrom Stokes-Adams. Itu adalah kondisi yang melibatkan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba, yang disebabkan oleh irama jantung yang tidak normal.

Keluarganya menemukan pemeriksaan kesehatan terakhir Gao yang dilakukan pada Juni 2024. Hasilnya menunjukkan elektrokardiogram yang normal.

Masih Bekerja di Hari Kematiannya

Diketahui, Gao masih bekerja di hari kematiannya. Catatan penelusuran internet menunjukkan bahwa pagi itu dia masih mengakses sistem internal kantor perusahaannya, setidaknya sebanyak lima kali.

Bahkan, di malam sebelumnya Gao memberitahu istrinya bahwa ia sedang memiliki tugas pekerjaan yang harus diselesaikan keesokan harinya.

Catatan menunjukkan bahwa empat tugas departemen dijadwalkan untuk memenuhi tenggat waktu mereka pada 29 November. Saat sedang berada di rumah sakit, Gao bahkan dimasukkan ke dalam grup WeChat.

Di dalam grup, Gao mendapatkan pesan dari seorang kolega yang memintanya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang mendesak. Delapan jam setelah dinyatakan meninggal dunia, ponsel Gao kembali menerima pesan.

"Ada tugas mendesak Senin pagi, barang gagal inspeksi hari ini, jadi ini perlu diubah," tulis pesan itu.

Melihat itu, pihak keluarga yakin bahwa Gao meninggal karena kelelahan karena bekerja berlebihan atau overwork. Mereka mengungkapkan Gao pernah lembur hingga larut malam karena berbagai alasan, seperti makan malam dengan klien atau mengalami keadaan darurat.

Selain sebagai programmer, Gao juga melakukan pekerjaan manajemen dan bertanggung jawab atas layanan purna jual pelanggan. Bahkan, pada November lalu, Gao bisa lembur sampai pukul 23.58 waktu setempat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pria 32 Tahun Tewas Diduga Akibat Overwork, Masih Kerja di Hari Kematiannya"