Hagia Sophia

30 January 2026

Akibat Berobat ke Negara Tetangga, RI Kehilangan Rp 160 T

Banner berobat ke Malaysia di Kedubes Malaysia. (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)

Wakil menteri kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Habuwono 'membongkar' alasan mengapa masih banyak pasien domestik yang memilih berobat ke luar negeri. Dante menyoroti masih buruknya hospitality banyak rumah sakit di Tanah Air.

"Sebenarnya kualitas dokter di Indonesia tidak kalah. Tapi yang kalah adalah hospitality-nya. Keramah tamahannya dalam melayani," kata Dante di Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).

Dante berpesan kepada rumah sakit di Tanah Air untuk tidak membeda-bedakan 'kelas' pasien, serta tetap memberikan kualitas pelayanan yang sama.

"Jangan membedakan kelasnya kelas 1, kelas 2, atau kelas 3," tegas Dante.

Dante mengatakan karena kekurangan di bidang hospitality tersebut, Indonesia kehilangan ratusan triliun devisa negara.

"Rp 160 triliun itu devisa negara mengalir ke Penang, Singapura, Thailand, dan Korea," katanya.

Senada, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengamini kekurangan terkait pelayanan di sektor rumah sakit, khususnya di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

"Terutama mohon maaf, rumah sakit yang dimiliki pemerintah. Karena DKI Jakarta punya 31 rumah sakit daerah, punya 44 puskesmas, punya 292 puskesmas pembantu," kata Pramono.

"Saya sampaikan ke Kepala Dinas, yang harus diubah, yang paling utama seperti yang dikatakan Prof Dante tadi, dalam semua tingkatan termasuk BPJS maupun non-BPJS, hospitality," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wamenkes Sebut RI 'Rugi' Rp 160 T Imbas Warga +62 Pilih Berobat ke Negara Tetangga"