Hagia Sophia

30 January 2026

Akibat Virus Nipah, Banyak Bandara di Asia Kembali Terapkan Protokol ala Pandemi COVID

Bandara Thailand (Foto: The Government Public Relation Department Thailand)

Sejumlah bandara di berbagai wilayah Asia mulai memperketat pengawasan kesehatan dan skrining perjalanan menyusul merebaknya wabah virus Nipah di salah satu negara bagian di India.

Thailand, Nepal, dan Taiwan termasuk di antara negara dan wilayah yang meningkatkan langkah-langkah pencegahan setelah lima kasus virus Nipah dikonfirmasi di Benggala Barat, India.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang umumnya menular ke manusia dari babi dan kelelawar yang terinfeksi. Namun, virus ini juga dapat menyebar melalui kontak erat antar manusia.

Di Benggala Barat, sekitar 100 orang menjalani karantina setelah virus terdeteksi di sebuah rumah sakit. Seorang dokter, seorang perawat, dan satu staf lainnya dinyatakan positif setelah dua kasus awal terkonfirmasi pada perawat pria dan perempuan yang berasal dari distrik yang sama.

Thailand Perketat Skrining di Bandara

Di Thailand, Kementerian Kesehatan Masyarakat meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara utama bagi penumpang yang datang dari Benggala Barat, dengan menggunakan metode yang sebelumnya diterapkan saat pandemi COVID-19.

Penumpang di Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket dipantau suhu tubuhnya serta gejala yang berkaitan dengan virus Nipah. Otoritas setempat juga membagikan kartu peringatan kesehatan untuk memandu pelancong jika jatuh sakit.

Selain itu, upaya pembersihan dan kesiapsiagaan pengendalian penyakit di Bandara Internasional Phuket turut ditingkatkan. Maskapai asal India, IndiGo, diketahui mengoperasikan penerbangan langsung harian antara Bandara Internasional Kolkata di Benggala Barat dan Phuket.

Dikutip dari The Independent, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan belum ada kasus virus Nipah yang tercatat di dalam negeri. Meski demikian, tingkat pengawasan tetap diperketat.

Penumpang yang tiba dengan demam tinggi atau menunjukkan gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah akan dirujuk ke fasilitas karantina.

Otoritas taman nasional dan satwa liar Thailand juga memperketat pengawasan di area gua dan destinasi wisata alam. Wisatawan diimbau mematuhi aturan ketat, termasuk larangan berburu, mencari makanan liar, dan mengonsumsi hewan liar.

Nepal Tingkatkan Kewaspadaan

Di Nepal, pemerintah meningkatkan status kewaspadaan dan memperketat pemeriksaan kesehatan di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu serta di sejumlah perlintasan darat utama dengan India.

Pos kesehatan telah didirikan untuk memeriksa pelancong, sementara rumah sakit dan titik kesehatan perbatasan diinstruksikan untuk melaporkan serta menangani kasus yang dicurigai. Pemerintah Nepal menyoroti tantangan pengawasan akibat perbatasan terbuka dan mobilitas harian masyarakat dari Benggala Barat.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Nepal, Dr. Prakash Budhathoki, mengatakan pemerintah telah menerapkan langkah-langkah pencegahan yang memadai, termasuk pemeriksaan individual bagi penumpang yang tiba melalui bandara dan jalur darat.

Taiwan Siapkan Aturan Khusus

Sementara itu, otoritas kesehatan Taiwan berencana memasukkan infeksi virus Nipah sebagai Category 5 notifiable disease, klasifikasi tertinggi untuk penyakit infeksi baru yang serius di bawah hukum setempat.

Kebijakan ini, yang masih menunggu masa konsultasi publik selama 60 hari, akan mewajibkan pelaporan segera serta penerapan langkah pengendalian khusus apabila kasus ditemukan, seiring tingginya tingkat fatalitas dan potensi wabah virus Nipah.

Centers for Disease Control (CDC) Taiwan menyatakan pihaknya tetap mempertahankan peringatan perjalanan Level 2 "kuning" untuk negara bagian Kerala di India barat daya. Wakil Kepala CDC Taiwan Lin Ming-cheng mengatakan peringatan perjalanan akan diperbarui sesuai perkembangan situasi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bandara-bandara di Asia Terapkan Lagi Protokol ala Pandemi COVID gegara Virus Nipah"