![]() |
| Sate kambing. Foto: Getty Images/Antoksena |
Menjelang Lebaran, meja makan biasanya dipenuhi berbagai hidangan yang menggoda dari opor ayam, rendang, hingga sate kambing. Setelah makan besar, acara sering dilanjutkan dengan buah-buahan sebagai pencuci mulut. Di beberapa daerah, durian bahkan menjadi penutup yang sulit ditolak.
Di tengah suasana makan bersama yang meriah itu, muncul kembali peringatan yang sering terdengar yaitu jangan makan durian setelah makan sate kambing karena bisa menyebabkan stroke mendadak. Anggapan ini sudah lama beredar dari mulut ke mulut, terutama ketika seseorang merasa pusing, jantung berdebar, atau tubuh terasa panas setelah makan besar.
Pengalaman seperti itu kemudian membuat banyak yang percaya bahwa kombinasi makanan tertentu bisa memicu stroke mendadak. Padahal jika dilihat dari sisi medis, penjelasannya jauh lebih kompleks.
Kenapa durian dan sate kambing sering disebut kombinasi berbahaya
Durian dan sate kambing sama-sama punya reputasi sebagai makanan padat kalori. Sate maupun gulai kambing mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, sementara bumbunya biasanya tinggi garam. Di sisi lain, durian termasuk buah dengan kandungan gula dan kalori yang cukup tinggi dibandingkan banyak buah tropis lainnya.
Dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), 100 gram durian, terdapat sekitar 28 gram karbohidrat dan lebih dari 140 kalori. Ketika makanan tinggi lemak dan gula masuk dalam waktu yang hampir bersamaan, tubuh memang harus bekerja lebih keras untuk mengatur metabolisme energi.
Saat dikonsumsi sate kambing dan durian secara terpisah dalam porsi wajar, tubuh biasanya masih mampu menanganinya. Masalah mulai muncul ketika keduanya masuk di waktu makan yang sama, dalam jumlah besar, dan pada kondisi tubuh yang tidak dalam kondisi prima atau sedang mengidap penyakit.
Reaksi tubuh seperti rasa panas, pusing, atau jantung berdebar setelah konsumsi sate kambing dan durian sering dianggap sebagai tanda bahaya akut. Sebenarnya keluhan ini merupakan respons sementara tubuh yang sedang bekerja keras menyesuaikan diri dengan beban metabolik yang mendadak meningkat.
Saat lemak dan gula masuk bersamaan, tubuh dipaksa bekerja ekstra
Begitu sate kambing dan durian dicerna, tubuh dihadapkan pada lonjakan lemak dan gula dalam waktu yang hampir bersamaan. Gula dari durian membuat kadar gula darah naik cepat, memicu pankreas melepas insulin. Di saat yang sama, lemak jenuh dari daging kambing membutuhkan proses pencernaan yang lebih lama dan dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah setelah makan. Kombinasi ini membuat pembuluh darah harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan gula darah, tekanan darah, dan aliran darah.
Pada orang sehat, tubuh biasanya masih bisa beradaptasi. Meskipun belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi sate kambing dan durian di waktu makan yang sama dapat menyebabkan stroke secara mendadak. Namun pada orang pengidap diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol, kandungan lemak, gula, dan garam yang tinggi pada sate kambing dan durian bisa menjadi pemicu sehingga memungkinkan terjadi stroke secara mendadak.
Stroke tidak terjadi seketika, tapi lewat proses yang panjang
Penting untuk dipahami bahwa stroke bukan peristiwa instan yang muncul hanya karena satu kali makan. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan pembuluh darah maupun pecahnya pembuluh darah.
Gangguan tersebut biasanya berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, serta peradangan kronis menjadi faktor utama yang membuat pembuluh darah semakin sempit dan kaku.
Penelitian dalam jurnal The Lancet Neurology tahun 2024 menegaskan bahwa faktor risiko utama stroke meliputi hipertensi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, merokok, obesitas, serta kurang aktivitas fisik. Pola makan tinggi lemak dan gula dapat memperburuk kondisi ini jika berlangsung dalam jangka panjang.
Makan durian dan sate kambing bukanlah penyebab tunggal stroke. Namun, pada kondisi tertentu, kombinasi makanan tinggi lemak dan gula dapat menjadi pemicu terakhir yang memperberat kondisi pembuluh darah yang sebelumnya sudah bermasalah.
Kondisi tubuh tertentu membuat risikonya lebih tinggi
Risiko akan lebih besar pada orang yang memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau obesitas. Pada kondisi tersebut, pembuluh darah biasanya sudah mengalami perubahan seperti penebalan dinding atau penumpukan plak.
Penelitian dalam jurnal Stroke tahun 2022 menunjukkan bahwa lonjakan tekanan darah setelah makan berat dapat terjadi pada orang dengan hipertensi yang tidak terkontrol.
Lonjakan ini dapat menimbulkan gejala seperti pusing, nyeri dada, atau jantung berdebar. Gejala tersebut sering disalahartikan sebagai tanda stroke mendadak, padahal merupakan respons tubuh terhadap beban metabolik yang meningkat setelah makan.
Aman atau tidak makan durian setelah sate kambing
Makan durian setelah sate kambing tidak otomatis menyebabkan stroke pada setiap orang. Faktor yang lebih menentukan adalah porsi, jarak waktu makan, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.
Pada orang yang sehat, menikmati keduanya dalam porsi kecil biasanya tidak menimbulkan masalah serius. Risiko lebih besar muncul ketika makanan tinggi lemak dan gula dikonsumsi dalam jumlah besar, terutama setelah tubuh sudah menerima banyak makanan berat sebelumnya.
Situasi seperti ini cukup sering terjadi saat momen Lebaran, ketika berbagai hidangan tersedia hampir sepanjang hari.
Cara menikmati durian dan sate tanpa bikin tubuh 'kaget'
Menikmati makanan favorit tetap bisa dilakukan dengan lebih bijak. Mengatur porsi, memberi jeda waktu antar makanan berat, memperbanyak air putih, serta menyeimbangkannya dengan aktivitas fisik ringan dapat membantu metabolisme tubuh bekerja lebih stabil.
Durian dan sate kambing sebenarnya bukan musuh kesehatan. Yang perlu dihindari adalah kebiasaan makan berlebihan dalam waktu singkat, terutama ketika suasana Lebaran membuat semua orang ingin mencicipi hampir setiap hidangan di meja makan. Karena pada akhirnya, tubuh selalu memberi sinyal ketika bebannya sudah terlalu berat.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Stroke gara-gara Makan Sate Kambing bareng Durian, Mitos atau Fakta?"
