![]() |
| Foto: Belia/detikcom |
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama jajarannya melakukan skrining kesehatan arus mudik di Stasiun Gambing, Jakarta Pusat. Hal ini demi keamanan dan keselamatan sekitar 63 ribu pemudik yang dilayani di Stasiun Gambir.
"Dilakukan skrining terhadap petugasnya. Sudah 277 petugas yang dilakukan skrining di Gambir ini. Baik itu masinis, pramugara, kemudian petugas teknis mesin dan sebagianya," kata Wamenkes Dante Saksono Harbuwono saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
"Dari 277 yang dilakukan skrining tersebut, ada 121 yang laik, yang bagus kesehatannya. Ada 133 yang harus dengan pemantauan dan ada 19 yang tidak layak kerja karena faktor kesehatannya," sambungnya.
Tidak hanya petugas, Kemenkes juga melakukan skrining kesehatan kepada para pemudik yang memilih moda kereta api. Hasilnya, banyak pemudik dengan penyakit-penyakit kronis yang memerlukan perhatian ekstra.
"Saya lihat di posko kesehatan, terutama kasus yang paling tinggi itu ada hipertensi. Kemudian ada juga yang diabetes dan ada juga yang menderita penyakit influenza," katanya.
"Mereka yang menderita penyakit tersebut dilakukan cek kesehatan gratis dan langsung diobati. Mendapatkan obat yang berasal dari posko kesehatan di Stasiun Gambir ini," sambungnya.
Kemenkes menyarankan kepada para pemudik untuk bisa menggunakan fasilitas Cek Kesehatan Gratis (CKG) di posko kesehatan tempat pemberangkatan, salah satunya Stasiun Gambir.
"Nanti kalau ada yang perlu dimonitor, bisa melakukan pengobatan di kampungnya masing-masing atau nanti setelah balik ke Jakarta berobat," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wamenkes Temukan Banyak Pemudik yang Idap Hipertensi-Diabetes"
