Hagia Sophia

20 March 2026

Tiga Dokter Spesialis Tangani Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras

Foto: Polda Metro Jaya gelar konferensi pers update kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus (Rizky/detikcom)

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengerahkan tim medis multidisiplin untuk menangani pasien berinisial AY (27), korban penyiraman cairan kimia. Penanganan difokuskan pada cedera berat di mata yang menjadi bagian paling terdampak.

Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (13/3) dini hari dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh.

"Pasien datang dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan," jelas Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Selasa (17/3/2026).

Mata kanan alami kerusakan berat

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh korban. Namun, cedera paling serius terjadi pada mata kanan akibat paparan zat kimia bersifat asam.

"Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," lanjut Yoga.

Cedera mata itu dikategorikan sebagai trauma kimia derajat tiga pada fase akut, yang termasuk kondisi berat dan berisiko pada fungsi penglihatan.

Untuk menanganinya, tim dokter langsung melakukan tindakan medis.

"Pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," sebut Yoga.

Ditangani tiga dokter spesialis

Penanganan pasien dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan tiga dokter spesialis utama.

"Pasien dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lebih lanjut secara komprehensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan," jelas dia.

Kolaborasi ini diperlukan mengingat luka yang dialami pasien bersifat kompleks, terutama pada area wajah dan mata.

Jalani perawatan intensif

Selama perawatan, pasien mendapatkan berbagai terapi untuk mempercepat pemulihan.

"Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol," kata dia.

Saat ini, kondisi pasien dilaporkan sudah mulai stabil.

"Kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa," pungkasnya.

Meski begitu, proses pemulihan masih akan berlangsung bertahap, termasuk kemungkinan tindakan lanjutan untuk memperbaiki jaringan dan mengoptimalkan fungsi penglihatan korban.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "3 Dokter Spesialis Tangani Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Mata Rusak Parah"