Hagia Sophia

20 March 2026

Semprot Parfum di Leher Bisa Sebabkan Gangguan Tiroid?

Foto: Getty Images/GlobalStock

Kebiasaan menyemprotkan parfum di area leher sudah menjadi ritual wajib bagi banyak orang agar aroma wanginya lebih tahan lama. Namun, di balik kesegaran aromanya, muncul kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan kelenjar tiroid. Di media sosial X narasi bahwa keseringan menyemprot parfum di area leher bisa menyebabkan gangguan tiroid sampai kanker.

Pakar Multiomics Cancer IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, menjelaskan bahwa secara ilmiah terdapat indikasi hubungan antara penggunaan parfum dan gangguan kelenjar tiroid, meskipun kaitannya dengan kanker tiroid belum terbukti secara langsung.

"Berdasarkan sebuah studi tinjauan sistematis, kebiasaan menyemprotkan parfum, termasuk di area leher, berkaitan dengan risiko gangguan kelenjar tiroid. Adapun hubungan dengan kanker tiroid masih bersifat hipotesis dan belum terbukti secara langsung," ujarnya dikutip dari laman IPB University, Selasa (17/3/2026).

Alasan area leher menjadi perhatian khusus berkaitan erat dengan anatomi tubuh manusia. Secara anatomis, kelenjar tiroid terletak tepat di bawah kulit leher. Selain posisinya yang sangat dekat, kulit di area leher cenderung lebih tipis dibandingkan area tubuh lainnya, sehingga daya serap terhadap zat asing menjadi lebih tinggi.

Parfum atau cologne pada umumnya mengandung bahan kimia seperti phthalates, parabens, dan triclosan. Zat-zat ini dikenal sebagai endocrine disruptors atau pengganggu sistem hormonal.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa triclosan dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid, sementara sejumlah paraben juga berdampak pada keseimbangan sistem endokrin tubuh," jelas dr. Agil.

Paparan zat-zat ini secara berulang dan dalam jangka panjang di lokasi yang sama secara teoritis dapat meningkatkan peluang efek zat tersebut, baik secara lokal pada kelenjar tiroid maupun secara sistemik ke seluruh tubuh.

Hipotesis Kanker dan Gangguan Hormon

Menanggapi isu yang mengaitkan parfum dengan kanker tiroid, dr. Agil menegaskan bahwa hingga saat ini kaitan tersebut belum terbukti secara langsung dalam penelitian medis. Statusnya masih bersifat hipotesis. Namun, gangguan pada kelenjar tiroid itu sendiri sudah didukung oleh studi tinjauan sistematis.

Dampak kesehatan ini tidak terjadi secara instan, melainkan berlangsung perlahan selama bertahun-tahun. Risiko ini juga tidak merata pada semua orang. Kelompok yang paling rentan terhadap gangguan hormon ini antara lain:
  • Ibu hamil.
  • Anak-anak dan remaja.
  • Individu yang sebelumnya sudah memiliki riwayat gangguan hormon.
"Tidak berarti setiap orang yang memakai parfum akan sakit. Namun, pemakaian berlebihan dan terus-menerus selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko gangguan hormon," tandasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Semprot Parfum di Leher Disebut Picu Gangguan Tiroid-Kanker, Begini Faktanya"