Hagia Sophia

20 March 2026

Segera ke Dokter Mata Jika Gampang Silau saat Berkendara Malam Hari

Gampang silau saat berkendara malam hari. Foto: Getty Images/Brasil2

Berkendara malam hari kerap jadi pilihan saat mudik mengingat kondisinya masih berpuasa, utamanya bagi yang menyetir kendaraan sendiri. Tantangannya, tren pasang lampu sorot bi-LED yang menyilaukan kerap mengganggu penglihatan.

Praktisi kesehatan dr Zeiras Eka Djamal, SpM (K) mengatakan, silau saat terpapar lampu sorot dengan intensitas tinggi adalah hal yang wajar. Normalnya hanya berlangsung sesaat, lalu penglihatan akan kembali normal.

Namun pada beberapa orang, gangguan yang muncul kerap terasa lebih intens. Jika dirasa tidak wajar, dr Zeiras menyarankan untuk memeriksakan diri terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan mudik.

"Periksakan dahulu. Gangguan penglihatan malam hari bisa sesimpel masalah kacamata, bisa juga mata kering, atau bisa sesuatu yang lebih serius," katanya, Selasa (10/3/2026).

"Katarak bisa bikin orang silau menyetir malam hari," katanya mencontohkan.

Soal tren memasang headlamp atau lampu depan jenis bi-LED dengan setting yang terlalu menyilaukan, dr Zeiras mengingatkan risikonya bagi keselamatan berkendara. Selain membahayakan karena dapat menyebabkan kecelakaan, dalam jangka panjang dikhawatirkan juga dapat menyebabkan masalah pada penglihatan.

"Kalau disorot dengan jangka panjang, dia bisa menyebabkan gangguan. Tapi kalau hanya sesaat, mudah-mudahan sih tidak," pesannya.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gampang Silau saat Berkendara Malam Hari? Dokter Mata Sarankan Periksa"