Hagia Sophia

12 March 2026

Kanker Ginjal Sering Berkembang Diam-diam dan Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Foto: Getty Images/sasirin pamai

Bulan Maret diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker Ginjal, sebuah momentum penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai salah satu kanker yang paling umum terjadi.

Kasus yang menimpa salah satu publik figur Tanah Air membuka mata banyak orang bahwa kanker ginjal sering kali berkembang secara diam-diam dan kerap ditemukan secara tidak sengaja saat seseorang menjalani pemeriksaan pencitraan untuk keluhan lain.

Secara historis, kanker ginjal biasanya didiagnosis pada orang tua dengan usia rata-rata 65 tahun. Namun, data terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: peningkatan diagnosis pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun.

Dr Christopher Koller, spesialis onkologi urologi dari Hackensack Meridian School of Medicine, mencatat adanya kenaikan sekitar 5% pada kelompok usia muda ini dalam rentang waktu dua dekade terakhir.

"Angka tersebut sangat signifikan jika kita melihat total populasi. Saat ini, banyak pasien yang menjalani pemeriksaan CT scan atau MRI ketika pergi ke IGD untuk keluhan nyeri perut biasa, dan di sanalah kita sering menemukan tumor kecil yang sebelumnya tidak terdeteksi," ujar Dr Koller dikutip dari laman CURE.

Meskipun teknologi skrining yang lebih canggih berperan dalam penemuan kasus lebih awal, para ahli epidemiologi masih terus meneliti apakah ada peningkatan riil dalam prevalensi penyakit ini atau sekadar dampak dari kemajuan alat diagnosis.

Faktor Risiko Kanker Ginjal

Ada tiga faktor risiko utama yang menjadi perhatian besar para dokter dalam perkembangan Renal Cell Carcinoma (RCC) yakni obesitas, hipertensi (tekanan darah tinggi), merokok serta faktor genetik.

Obesitas dikaitkan dengan kondisi peradangan kronis dalam tubuh dan mekanika insulin yang terganggu. Sementara itu, hipertensi menyebabkan kondisi hipoksia kronis, ketika oksigenasi pada ginjal menjadi tidak efisien. Kondisi stres oksidatif pada sel ini dapat memicu pembentukan tumor.

Dahulu, kanker ginjal dikenal dengan tiga gejala klasik: adanya darah dalam urine (hematuria), nyeri pinggang, dan benjolan yang teraba. Namun, karena saat ini banyak tumor ditemukan pada stadium yang sangat awal, gejala-gejala tersebut sering kali tidak muncul.

Beberapa "red flag" yang harus diwaspadai meliputi:
  • Darah dalam urine: Ini tidak pernah dianggap normal dan harus segera dikonsultasikan ke urolog.
  • Gejala non-spesifik: Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, nyeri tulang yang parah, atau kelelahan yang terus-menerus.
  • Nyeri pinggang kronis: Nyeri punggung bawah yang tidak kunjung membaik setelah penyebab ortopedi disingkirkan.
Selain gejala fisik, riwayat keluarga memegang peranan vital. Jika seseorang didiagnosis tumor ginjal di bawah usia 46 tahun, atau memiliki riwayat keluarga yang kuat, pemeriksaan genetik sangat disarankan untuk mendeteksi sindrom keturunan seperti Von Hippel-Lindau (VHL).

Sebagai langkah pencegahan, Dr Koller menekankan pentingnya gaya hidup sehat: berhenti merokok, menjaga berat badan ideal melalui olahraga, dan tetap terhidrasi dengan air putih sambil menghindari minuman tinggi gula.

"Ketahuilah riwayat genetik keluarga Anda, karena deteksi dini adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tren Kanker Ginjal Meningkat di Usia Muda, Ini 'Red Flag' yang Harus Diwaspadai"