![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/Nadzeya Haroshka) |
Kanker ginjal, yang juga dikenal sebagai renal cancer, merupakan pertumbuhan sel abnormal yang berkembang di ginjal dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Kanker ginjal stadium 4 atau stadium lanjut terjadi ketika sel kanker telah menyebar keluar dari ginjal ke kelenjar adrenal, kelenjar getah bening, atau organ lain. Kondisi ini juga dikenal sebagai kanker ginjal metastatik.
Sebagian besar orang memiliki dua ginjal yang terletak di bagian belakang perut, di kedua sisi tulang belakang, tepat di bawah tulang rusuk. Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah dan menghasilkan urine, sehingga menjadi bagian penting dari sistem saluran kemih.
Kanker ginjal biasanya bermula ketika sel-sel di ginjal mengalami mutasi, terutama pada bagian parenkim, yaitu jaringan ginjal yang berperan menyaring limbah dari darah. Ketika mutasi ini terjadi, sel dapat berubah menjadi kanker dan membentuk massa tumor.
Pada stadium 4 atau lanjut, massa sel kanker ini telah menyebar melewati lapisan jaringan lemak di sekitar ginjal menuju kelenjar adrenal, kelenjar getah bening terdekat, atau organ lain.
Dikutip dari Cancer Center, kanker ginjal biasanya pertama kali menyebar ke kelenjar getah bening melalui sistem limfatik, yaitu jaringan pembuluh yang berfungsi mengalirkan cairan tubuh. Dari sana, sel kanker dapat menyebar ke organ lain. Ketika sudah mencapai stadium 4 atau metastasis, kanker ginjal dapat menyebar ke beberapa organ, anatra lain paru-paru, tulang, hati, otak, hingga kelenjar adrenal.
Dalam beberapa kasus, kanker bahkan dapat menyebar ke organ lain sebelum seseorang didiagnosis. Kanker ginjal stadium lanjut juga cenderung mudah kambuh kembali, bahkan setelah pengobatan berhasil.
Gejala kanker ginjal metastasis bisa berbeda dengan kanker ginjal pada tahap awal. Bahkan, sekitar setengah dari pengidap kanker ginjal tidak mengalami gejala apa pun pada tahap awal penyakit.
Adapun beberapa gejala kanker ginjal stadium lanjut antara lain:
- Demam
- Penurunan berat badan
- Batuk
- Pembesaran kelenjar getah bening
- Pembesaran pembuluh darah di sisi kanan skrotum
- Pembengkakan pada kaki dan telapak kaki
- Sindrom paraneoplastik, seperti tekanan darah tinggi, kadar kalsium tinggi, dan peningkatan jumlah sel darah merah
- Darah dalam urine (hematuria)
Selain itu, gejala juga dapat muncul akibat penyebaran kanker ke organ lain
Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi dr Andhika Rachman SpPD-KHOM juga menjelaskan, pada kondisi stadium lanjut atau saat kanker sudah menyebar, gejala yang muncul akan lebih bersifat sistemik. Salah satunya adalah penurunan berat badan tanpa alasan jelas.
Gejala lanjutan lain yang dapat muncul seperti kelelahan berkepanjangan, demam yang tidak diketahui penyebabnya, anemia, dan nyeri tulang atau batuk kronis bila kanker sudah menyebar ke organ lain.
"Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memeriksakan diri bila mengalami darah dalam urin atau nyeri pinggang yang menetap, karena gejala tersebut perlu evaluasi lebih lanjut," tuturnya kepada detikcom, Minggu (9/3/2026).
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tanda-tanda Kanker Ginjal Stadium Lanjut yang Perlu Diwaspadai"
