Hagia Sophia

01 March 2026

Kondisi WNI Asal Jakarta yang Positif Campak di Australia

Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI (dok Kemenkes)

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengungkap kondisi terkini dua pasien campak yang berasal dari penerbangan rute Jakarta ke Australia.

Adapun kasus campak tersebut melibatkan seorang perempuan (18) dengan riwayat vaksinasi lengkap dengan riwayat perjalanan dari Indonesia. Penumpang ini menempuh penerbangan rute Jakarta-Perth pada 7-8 Februari 2026. Gejala ruam muncul pada tanggal 8 Februari di Perth.

Kemudian kasus kedua melibatkan anak perempuan berusia enam tanpa riwayat imunisasi yang melakukan perjalanan Jakarta-Sydney pada 17 Februari 2026. Yang bersangkutan mengalami gejala demam, batuk dan pilek. Selain Jakarta, yang bersangkutan juga sempat melakukan perjalanan ke Sumatera.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Andi Saguni, mengatakan pemerintah telah berkomunikasi dengan pihak Australia. Saat ini, pasien perempuan 18 tahun sudah sembuh dari campak.

"Kami sudah dapat laporan dari otoritas kesehatan Australia, yang bersangkutan sudah sembuh pada 24 Februari 2026," kata Andi dalam konferensi pers daring, Kamis (26/2/2026).

Begitu juga pasien kedua yang berusia enam tahun sudah sembuh dari campak pada 26 Februari 2026.

Untuk kasus perempuan 18 tahun, pasien sempat tinggal di Bandung, serta berkunjung ke salah satu mal dan rumah neneknya.

"Selama di Bandung, yang bersangkutan ada kontak erat dengan dua asisten rumah tangga, 1 sopi, 1 kerabat yang sempat tinggal serumah. Namun, tidak ada gejala," kata Andi.

Sementara untuk anak usia 6 tahun sempat tinggal di villa privat selama di Jakarta pada 10 sampai 17 Februari 2026. Sebelum tinggal di Jakarta, pasien sempat memiliki riwayat tinggal di Sumatera.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kondisi Terkini Penumpang Penerbangan asal Jakarta yang Positif Campak di Australia"