![]() |
| Situasi jalur mudik. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto |
Microsleep kerap menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim mudik ketika banyak orang menempuh perjalanan jauh. Kondisi ini berbahaya karena pengemudi bisa kehilangan kesadaran dalam waktu sangat singkat saat sedang berkendara.
Microsleep merupakan kondisi tertidur sesaat selama beberapa detik. Meski berlangsung sangat singkat, kondisi ini dapat membuat pengemudi kehilangan fokus di jalan, bahkan dalam hitungan detik saja.
Spesialis neurologi dr Andrie Gunawan, SpN, F-NR menjelaskan, microsleep lebih sering terjadi saat pengemudi melintasi jalan tol. Salah satu penyebabnya adalah karakteristik jalan tol yang cenderung lurus dan monoton sehingga dapat memicu rasa bosan dan kantuk.
"Jalan tol itu kan jalannya lurus, namanya juga jalan bebas hambatan. Kadang-kadang itu membosankan. Makannya jasa marga biasanya membuat jalannya itu bumpy sedikit, ada yang dibikin irama musik. Itu supaya menyegarkan," kata dr Andrie beberapa waktu lalu.
Untuk mencegah microsleep saat perjalanan jauh, lanjut dr Andrie, pengemudi disarankan memastikan tubuh dalam kondisi cukup istirahat sebelum berkendara. Kurang tidur sebelum melakukan perjalanan dapat meningkatkan risiko mengantuk di jalan.
Selain itu, pengemudi juga dapat mencoba beberapa cara sederhana untuk menjaga fokus, seperti mengobrol dengan penumpang atau mendengarkan musik selama perjalanan.
Namun, jika rasa kantuk tetap muncul dan sulit ditahan, pengemudi sebaiknya segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat. Memaksakan diri untuk terus berkendara dalam kondisi mengantuk justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
"Lalu kalau dia sama penumpang lain sarannya ajak ngobrol, denger musik, itu kan salah satu trik sebetulnya kan," katanya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Microsleep di Jalur Mudik Bisa Fatal, Dokter Ungkap Pemicu dan Cara Mencegahnya"
