Hagia Sophia

22 March 2026

Waspada GERD, Rentan Kumat karena Stres di Jalan

Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Bagi Gen Z, mudik bukan sekadar pulang kampung, tapi juga momen untuk healing dan berkumpul keluarga. Namun bagi pengidap Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), perjalanan jauh bisa menjadi tantangan fisik yang besar. Apalagi jika mudik dilakukan saat masih menjalankan ibadah puasa.

Perubahan pola makan, kelelahan, hingga stres akibat kemacetan panjang sering kali menjadi pemicu utama naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini, yang secara medis dikenal sebagai refluks, sering kali menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn) hingga rasa pahit di mulut.

Spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi Dr dr Hasan Maulahela, SpPD, SubspGEH (K), menjelaskan saat mudik, banyak orang cenderung terburu-buru saat makan sahur atau berbuka karena mengejar waktu perjalanan.

"Selain itu, kebiasaan mengonsumsi kafein berlebih agar tetap terjaga saat menyetir, serta posisi duduk statis yang terlalu lama, secara mekanis mendorong asam lambung naik lebih mudah," kata dr Hasan dalam keterangannya kepada detikcom ditulis Kamis (19/3/2026).

Langkah Darurat Saat Gejala Menyerang

Jika mulai merasakan perih di ulu hati saat sedang menyetir atau berada di dalam kendaraan, langkah pertama yang paling sederhana adalah melonggarkan tekanan pada perut. dr Hasan menyarankan agar pemudik segera melepas ikat pinggang atau kancing celana yang terlalu ketat. Tekanan fisik pada area perut merupakan salah satu faktor yang memperburuk aliran balik asam lambung.

Selain masalah pakaian, posisi tubuh memegang peranan penting. Hindari posisi meringkuk atau membungkuk saat duduk di kursi kendaraan. Upayakan untuk tetap duduk tegak dengan posisi kepala dan dada sedikit lebih tinggi dari perut. Pemanfaatan gaya gravitasi ini secara alami membantu menahan asam lambung agar tidak terus naik ke saluran cerna bagian atas.

Jika rasa tidak nyaman memicu kecemasan, dr Hasan mengingatkan pentingnya mengatur napas. Langkah ini bukan hanya membantu merelaksasi otot saluran cerna, tetapi juga menekan produksi asam lambung yang sering kali meningkat akibat stres dan rasa panik di tengah kemacetan.

"Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri. Segerakan berbuka dengan air hangat dan konsumsi obat jika perlu," tandasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gen Z Mudik Sambil Puasa? Waspada GERD Rentan Kumat karena Stres di Jalan"