![]() |
| Foto: Engin Akyurt/Pexels |
Belakangan banyak masyarakat mengeluhkan cuaca terasa makin panas dan gerah. Bahkan, mandi berkali-kali pun tak cukup meredakan rasa gerah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut ada faktor ilmiah yang menjadi penyebabnya, dipengaruhi kombinasi faktor astronomi dan meteorologi.
"Lagi ngerasa nggak sih kalau akhir-akhir ini cuaca lagi 'ngajak berantem'? Mandi berkali-kali pun tetap kerasa gerah," tulis BMKG dalam unggahannya di Instagram.
Gerak Semu Matahari
BMKG menjelaskan salah satu faktor utama adalah fenomena Gerak Semu Tahunan Matahari. Dalam fenomena ini, matahari seolah bergerak dari belahan bumi selatan menuju utara.
Pada periode tertentu, posisi matahari akan tepat berada di atas garis ekuator atau khatulistiwa, termasuk wilayah Indonesia.
BMKG menyebut, kondisi ini akan terjadi pada 21 hingga 23 Maret, saat matahari berada tepat di atas kepala. Akibatnya, intensitas radiasi yang diterima permukaan bumi menjadi maksimal.
Hal inilah yang membuat suhu udara terasa lebih panas dari biasanya.
Minim Awan dan Peralihan Musim
Selain faktor astronomi, kondisi cuaca panas juga diperparah oleh faktor meteorologi. BMKG menyebut beberapa di antaranya adalah:
- Minimnya tutupan awan
- Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau
Kombinasi ini membuat sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi tanpa banyak hambatan, sehingga suhu meningkat signifikan.
BMKG menegaskan, fenomena ini merupakan siklus tahunan yang normal terjadi dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada dan menjaga kondisi tubuh agar tidak terdampak cuaca ekstrem.
BMKG juga membagikan sejumlah tips agar tetap nyaman dan sehat saat cuaca panas, di antaranya:
- Perbanyak minum air putih
- Lindungi kulit dari paparan sinar UV
- Gunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat
- Batasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Terasa Makin Panas, Sudah Mandi Tetap Gerah"
