Hagia Sophia

04 May 2026

Amankah Kepala Lele Dikonsumsi?

Kepala lele, amankan dikonsumsi? Foto: iStock

Ikan lele kerap kali disajikan dengan kondisi kepala tidak utuh, atau bahkan tidak ada sama sekali. Kondisi ini kerap memunculkan anggapan bahwa bagian kepala tidak layak dikonsumsi. Apakah karena ikan ini identik dengan habitat yang kotor?

Faktanya, alasan di balik kebiasaan tersebut tidak selalu berkaitan dengan faktor kesehatan. Ada pertimbangan lain yang justru lebih sederhana dan berkaitan dengan nilai konsumsi serta kenyamanan saat dimakan. Lalu, sebenarnya apa alasan kepala lele sering dibuang?

Alasan Kepala Lele Dibuang

Anggapan bahwa kepala lele dibuang karena "kotor" sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Memang, lele dikenal sebagai ikan yang mampu hidup di perairan dengan kondisi minim oksigen dan cenderung keruh. Hal inilah yang kemudian membentuk persepsi bahwa seluruh bagian tubuhnya, terutama kepala, dianggap kurang layak dikonsumsi.

Padahal, dalam praktik budidaya modern, lele yang dipelihara dengan baik justru berasal dari lingkungan terkontrol dengan pakan yang jelas dan kualitas air yang dijaga. Artinya, tidak semua lele identik dengan kondisi "jorok" seperti yang sering dibayangkan.

Kepala lele sendiri memang berada di bagian yang bersentuhan langsung dengan lingkungan, seperti mulut dan insang. Namun, selama ikan berasal dari budidaya yang baik dan diolah dengan benar, bagian ini tidak serta-merta berbahaya.

Dengan kata lain, alasan kepala lele sering dibuang bukan semata karena faktor kebersihan, melainkan lebih dipengaruhi oleh pertimbangan lain yang berkaitan dengan kenyamanan dan nilai konsumsi.

Minim Daging, Tekstur Keras

Selain soal persepsi, alasan utama kepala lele jarang dikonsumsi berkaitan dengan nilai konsumsi yang rendah. Dibandingkan bagian badan, kepala lele memiliki struktur yang didominasi tulang keras dengan daging yang sangat minim. Hal ini membuatnya kurang praktis dan tidak nyaman untuk dimakan.

Pakar budidaya perikanan dari IPB University, Dr Ir Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, menyebut bahwa faktor ini menjadi pertimbangan utama.

"Kepala lele tidak layak dikonsumsi karena selain keras tidak ada dagingnya." ujarnya, saat dihubungi oleh detikcom, Kamis (23/04/2026).

Tekstur yang keras serta minimnya daging membuat banyak orang memilih untuk membuang bagian ini, terutama dalam penyajian di warung makan yang mengutamakan kepraktisan dan kepuasan konsumen.

Meski begitu, dari sisi keamanan pangan, kepala lele tidak serta-merta berbahaya. Selama ikan berasal dari budidaya yang baik, kualitas air terjaga, dan proses pengolahan dilakukan dengan benar seperti dibersihkan serta dimasak hingga matang, bagian kepala tetap bisa dikonsumsi.

Namun, karena kombinasi tekstur yang kurang nyaman dan nilai makan yang rendah, kepala lele lebih sering tidak dimanfaatkan dalam praktik sehari-hari.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kerap Dipotong-Dibuang, Apakah Kepala Lele Aman Dikonsumsi?"