Hagia Sophia

11 October 2022

Beberapa Fakta Terkait Anak Meninggal di Gambia Karena Paracetamol

Foto: Getty Images/pjjones

Puluhan anak di Gambia meninggal usai mengalami gagal ginjal akut diduga akibat sirup paracetamol. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sirup yang dimaksud adalah empat obat batuk buatan Maiden Pharmaceuticals, India.

Adapun obat tersebut rupanya mendapatkan izin untuk diekspor ke luar negara India.

"Produsen yang berbasis di Haryana ini mendapat izin dari Badan Pengawas Obat Negara untuk membuat produk Promethazine Oral Solution BP, Kofexnalin Baby Cough Syrup, MaKoff Baby Cough Syrup, dan MaGrip n Cold Syrup untuk ekspor saja," kata Kementerian Kesehatan India.

1. Tambah Lagi, Jadi 69 Anak yang meninggal

Dikutip dari DW, terdapat tiga anak yang meninggal pada akhir pekan lalu akibat cedera ginjal akut usai minum sirup paracetamol. Kini jumlah kematian yang diduga disebabkan obat sirup tersebut meningkat menjadi 69 anak.

Pihak berwenang Gambia juga melaporkan, sebanyak 81 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit berjuang untuk hidup mereka.

2. Mengandung 2 Bahan Berbahaya

WHO telah menghubungi regulator obat nasional India pada 29 September lalu untuk memulai penyelidikan.

"Kami meminta WHO membagikan laporan yang menetapkan] hubungan sebab kematian dengan produk medis yang bersangkutan," demikian pernyataan resmi regulator obat India dikutip dari BBC.

Berdasarkan analisis laboratorium WHO, ditemukan bahan berbahaya, seperti dietilen glikol dan etilen glikol yang terkandung dalam obat batuk tersebut. Kandungan bahan itu bisa menyebabkan gagal ginjal akut.

WHO juga menyatakan zat-zat itu beracun bagi manusia dan bisa berakibat fatal. Efek racunnya dapat mencakup sakit perut, muntah, diare, ketidakmampuan untuk buang air kecil, sakit kepala, perubahan kondisi mental dan cedera ginjal akut yang dapat menyebabkan kematian.

3. Negara yang Terima Ekspor Sirup Paracetamol

Sejauh ini, empat obat batuk tersebut hanya diekspor ke negara Afrika Barat. Meski demikian, pemerintah India akan memantau lebih lanjut kemungkinan negara lain yang menerima ekspor obat.

Otoritas setempat sempat menyebut empat sirup tersebut secara resmi tidak untuk diedarkan di wilayah India, tetapi WHO meyakini kemungkinan akses masyarakat menerima obat-obatan ini dari wilayah lain atau melalui pasar informal.

4. Tanggapan Presiden Gambia

Meski puluhan anak dilaporkan tewas dalam beberapa bulan terakhir, namun Presiden Gambia Adama Barrow menekankan kondisi tersebut mulai terkendali.

Ia menyebut hanya dua orang yang teridentifikasi mengalami hal serupa di dua minggu terakhir. Dikutip dari Reuters, pihak berwenang melakukan penyelidikan bulan lalu usai dokter semula menemukan sejumlah anak mengalami gejala setelah meminum sirup paracetamol yang dijual secara lokal untuk mengobati demam.

"Cedera ginjal menyebabkan 66 kematian anak dalam tiga bulan terakhir," kata Barrow dalam pidatonya kepada negara, menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

Di samping itu, pemerintah Gambia telah memerintahkan importir dan toko untuk menangguhkan penjualan semua merek sirup parasetamol di negara kecil Afrika Barat itu. Obat juga telah ditarik dari semua apotek dan rumah tangga.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Fakta-fakta Puluhan Anak Meninggal di Gambia Diduga gegara Sirup Paracetamol"