Hagia Sophia

29 November 2025

Golongan Darah Langka yang Pernah Tercatat di Dunia

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH)

Golongan darah A, B, AB, dan O mungkin menjadi jenis yang paling umum dikenal. Namun, ada beberapa golongan darah lain yang tergolong langka sehingga banyak orang mungkin belum pernah mendengarnya.

Golongan darah langka memiliki peran penting dalam dunia medis, terutama ketika dibutuhkan transfusi dengan tingkat kecocokan yang sangat tinggi. Karena jumlah pemiliknya sangat terbatas, menemukan donor yang sesuai sering kali menjadi tantangan besar.

Berikut golongan darah langka yang pernah tercatat:

Golongan 'Darah Fenotip Bombay' atau Bombay Blood

Pertama adalah golongan darah Bombay atau Oh. Golongan darah ini pertama kali ditemukan di Mumbai, India dan paling banyak ditemukan pada orang etnis India. Frekuensi global untuk pemilik golongan darah Bombay kurang dari 1:1.000 orang di seluruh dunia.

Dikutip dari Lifeblood, angkanya bervariasi untuk setiap populasi, sekitar 1:10.000 di Mumbai dan 1:1.000.000 di Eropa.

Keunikan fenotipe Bombay adalah ketiadaan antigen H, A, dan B. Meskipun terlihat seperti golongan O dalam pemeriksaan ABO konvensional, individu dengan fenotipe Bombay memiliki antibodi alami IgM anti-H dalam plasma mereka. Antibodi ini bereaksi dengan semua sel darah merah golongan A, B, AB, maupun O normal.

Jika menerima transfusi darah non-Bombay, penerima dapat mengalami reaksi hemolitik (kerusakan sel darah merah) berat dan hemolisis intravaskular (penghancuran sel darah merah dalam pembuluh darah). Karena itu, orang dengan fenotipe Bombay hanya bisa menerima darah dari donor dengan tipe langka yang sama.

Golongan 'Darah Emas' atau Golden Blood

Ini adalah golongan darah paling langka di dunia. Menurut laporan, golden blood atau Rh null, hanya dimiliki oleh 43 orang di seluruh dunia. Golongan darah ini diberi nama golden blood karena kelangkaannya yang luar biasa.

Dikutip dari Cleveland Clinic, golden blood terjadi karena mutasi genetik yang sangat jarang.

Dalam pemeriksaan golongan darah, laboratorium tidak hanya melihat golongan ABO, juga memeriksa faktor Rh (rhesus factor) dalam darah. Secara khusus, tes ini melihat adanya antigen yang disebut RhD.

Jika seseorang punya antigen RhD, golongan darahnya disebut Rh positif, dan jika tidak punya disebut Rh negatif. Namun, RhD hanyalah satu dari lebih dari 50 jenis antigen dalam sistem Rh. Pada orang dengan golden blood, semua antigen Rh, tidak ada sama sekali.

Seseorang dengan golden blood disebut sebagai donor universal, khususnya bagi orang dengan Rh langka. Namun sebaliknya, orang dengan Rh null hanya bisa menerima transfusi darah dengan golongan darah yang sama, sehingga ini begitu menyulitkan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dua Golongan Darah Paling Langka di Dunia, Ada yang Pemiliknya Hanya 43 Orang"