Hagia Sophia

07 January 2026

'Super Flu' di Indonesia Didominasi Anak, IDAI Ungkap Pencegahannya

Foto: Getty Images/Antonio_Diaz

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan telah ditemukan 62 kasus varian baru virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai 'super flu' di Indonesia. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Kasus super flu didominasi oleh kelompok anak-anak usia 1-10 tahun sebanyak 35 persen. Sementara itu, kelompok perempuan menyumbang sekitar 64 persen dari seluruh temuan. Adanya kasus super flu pada anak membuat upaya pencegahan menjadi perhatian penting.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) mengungkapkan ada sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakukan orang tua agar anak tidak terinfeksi super flu. Kuncinya adalah hidup bersih dan sehat.

"Paling baik adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker, mencuci tangan, tidak berdekatan atau social distancing dengan mereka yang sakit, dan tentu kita perlu melakukan pencegahan dengan imunisasi influenza untuk balita bisa dilakukan," ungkap dr Nastiti dalam temu media daring beberapa waktu lalu.

Kemudian langkah penting pencegahan adalah rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer juga bisa dijadikan alternatif untuk membersihkan tangan.

"Kemudian memperbanyak waktu istirahat, sering minum air putih, makan makanan bergizi, dan segera hubungi dokter kalau sakitnya berat, atau memang ada gejala bahaya tertentu," sambung dr Nastiti sekaligus mengingatkan pentingnya penerapan etika batuk dengan menutup mulut untuk menghambat pencegahan.

dr Nastiti juga menyarankan vaksinasi influenza rutin untuk anak-anak. Meski varian super flu subclade K baru ini disinyalir memiliki tingkat penyebaran yang lebih tinggi, ia mengatakan vaksin yang tersedia masih efektif untuk mencegah penularan dan tingkat keparahan gejala apabila terinfeksi.

Vaksin influenza telah terbukti menurunkan angka kematian dan rawat inap sebesar 70-75 persen pada anak-anak dan 30-40 persen pada orang dewasa.

"Rekomendasi vaksin influenza untuk bayi mulai dari usia 6 bulan, bisa diberikan untuk dosis pertama 2 kali (selang 4 minggu), untuk selanjutnya 1 dosis tiap tahun," tandasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus 'Super Flu' di RI Didominasi Anak, IDAI Beberkan Cara Pencegahannya"