Hagia Sophia

20 February 2026

Kematian Akibat Kanker Usus Besar Meningkat di Usia Muda

Foto: iStock

Jenna Scott (39) masih ingat betul rasa sakit luar biasa di perutnya saat hamil anak pertama. Kala itu, dokter meyakinkannya bahwa rasa sakit tersebut "normal" bagi ibu hamil. Namun, setahun setelah melahirkan, kenyataan pahit menghantamnya: Jenna didiagnosis kanker usus besar stadium 4 di usia 31 tahun.

"Saya selalu sangat bugar dan sehat. Saya atlet seumur hidup. Dalam sekejap, hidup saya berubah total. Kanker berarti kematian dalam dunia saya saat itu," kenang Jenna kepada CNN.

Kisah Jenna bukan kasus tunggal. Riset terbaru yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan: Kanker kolorektal (usus besar dan rektum) kini telah menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun di Amerika Serikat.

Lonjakan Kematian yang Mengejutkan

Sejak tahun 2005, angka kematian akibat kanker ini pada kelompok usia di bawah 50 tahun meningkat 1,1% setiap tahun. Sementara angka kematian akibat jenis kanker lain seperti paru-paru dan payudara justru menurun, kanker usus besar terus merangkak naik hingga menempati urutan pertama di tahun 2023.

"Kita tidak tahu pasti mengapa ini meningkat. Ini tidak bisa lagi disebut sebagai penyakit orang tua. Kita harus menggandakan riset untuk mengetahui apa yang mendorong 'tsunami' kanker pada generasi yang lahir setelah tahun 1950 ini," ujar Dr. Ahmedin Jemal dari American Cancer Society.

Bahaya Mengabaikan Gejala di Usia Muda

Masalah utama pada pasien muda adalah keterlambatan diagnosis. Banyak orang dewasa di bawah 45 tahun yang tidak masuk dalam kriteria skrining rutin, sehingga kanker baru terdeteksi saat sudah muncul gejala.

Celakanya, gejala tersebut sering kali diabaikan oleh pasien atau bahkan dianggap remeh oleh penyedia layanan kesehatan karena faktor usia. Sekitar 60% pasien di bawah 50 tahun baru terdiagnosis saat kanker sudah memasuki stadium 3 atau 4.

Waspadai gejala 'red flag' berikut:
  • Adanya darah pada tinja atau perdarahan rektal.
  • Perubahan kebiasaan BAB (diare, sembelit, atau tinja mengecil) yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Nyeri perut atau kram yang terus-menerus.
  • Kelemahan, kelelahan ekstrem, dan penurunan berat badan tanpa sebab.
  • Sensasi BAB tidak tuntas.
Para ahli kini merekomendasikan skrining rutin dimulai sejak usia 45 tahun. Skrining kanker usus besar (seperti kolonoskopi) adalah kemampuannya menemukan dan mengangkat polip sebelum berubah menjadi kanker.

"Ini adalah satu dari dua jenis skrining yang tidak hanya mendeteksi kanker sejak dini, tetapi juga mencegahnya agar tidak pernah terjadi," tegas Dr Jemal.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kanker Usus Besar Jadi 'Pembunuh Utama' Usia Muda, Ini Gejala yang Sering Diabaikan"