Hagia Sophia

20 February 2026

Tiap Tahun Ada 60 Ribu Pasien Cuci Darah Baru, Inikah Pemicunya?

Ilustrasi cuci darah (Foto: Getty Images/saengsuriya13)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah pasien cuci darah atau hemodialisis terus meningkat tiap tahunnya. Setiap tahunnya, ada sekitar 60 ribu pasien cuci darah baru.

"Jumlah pasien cuci darah di Indonesia, totalnya ada 200.000-an gitu ya, setiap tahunnya bertambah 60.000 yang baru, kemudian yang dari tahun sebelumnya ini ada sekitar 120.000-an ya," kata Menkes dalam rapat bersama Pimpinan DPR, di Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Cuci darah bukan terapi ringan. Biasanya, pasien akan menjalani prosedur ini dua sampai tiga kali sepekan dan tentu mengganggu kualitas hidup mereka. Lalu, saat ini faktor-faktor apa saja yang mendorong fungsi ginjal seseorang menurun hingga rusak?

Menurut Guru Besar Bidang Urologi dan spesialis urologi konsultan, Prod Dr dr Nur Rasyid, SpU(K) dari Siloam Hospitals Asri saat ini penyebab gagal ginjal paling banyak dialami oleh orang Indonesia karena diabetes.

"Orang gagal ginjal di Indonesia 29 persen diabetes, 20 persen infeksi, 19 persen karena hipertensi," kata Prof Nur saat ditemui detikcom, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Prof Nur, masalah-masalah kesehatan ini sebenarnya bisa dicegah, sebelum menjadi parah bahkan sampai merusak fungsi ginjal.

"Biar nggak diabetes ya hidup sehat. Jangan gendur, jangan seneng manis, jangan makan karbohidrat berlebihan. Biar nggak hipertensi, jangan banyak makan garam, minum yang cukup. Biar nggak gendut ya olahraga teratur," katanya.

"Kalau infeksi, begitu ada keluhan demam segala macam, datanglah ke dokter supaya diobatin dengan betul," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes Sebut Ada 60 Ribu Pasien Cuci Darah Baru Tiap Tahun, Inikah Pemicunya?"