![]() |
| Foto ilustrasi: iStock |
Seorang pasien didiagnosis mengalami demensia di usia muda, yakni 20 tahun. Awalnya, ia tidak pernah menyangka mengalami penyakit yang kebanyakan dialami lansia.
Pasien yang tidak disebutkan identitasnya itu rutin menjalani tes memori dan berkonsultasi ke ahli neurologi.
"Saya baru berusia 20 tahun dan baru-baru ini didiagnosis demensia dini. Rasanya masih tidak nyata saat mengetik ini," tuturnya, dikutip dari Unilad.
Awal Mula Gejala yang Tak Disadari Itu Muncul
Ia mengaku menjalani hidup normal seperti biasa. Tetapi, ada saat-saat di mana ia merasa bingung hingga frustrasi.
Gejala yang sering tidak disadarinya seperti kerap lalai dalam melakukan hal kecil, yang terjadi terus-menerus.
"Lupa percakapan yang baru saja saya lakukan. Membaca ulang pesan dan tidak ingat telah mengirimnya," ucap dia.
"Kejadian lainnya, masuk ke ruangan tanpa tahu alasannya, lebih sering daripada yang terasa normal," tambahnya.
Pasien bahkan sering merasa lupa. Sampai di satu titik, ia menyadari bahwa gejala yang dialaminya bukan karena stres atau kurang tidur.
Tak jarang, kondisi tersebut mempengaruhi kegiatannya dan berdampak pada orang-orang yang ada di sekitarnya.
"Saat itulah semuanya benar-benar terasa. Saat itulah saya tahu ada sesuatu yang tidak beres," tegasnya.
Penyebab Demensia Dini Masih Jadi Misteri
Meski demensia dini kerap terjadi, penyebab pasti dari kondisi ini masih belum secara penuh dipahami. Masih banyak hal yang harus diteliti untuk memastikannya.
Demensia dini yang terjadi pada usia muda memang jarang terjadi. Tetapi perlu diingat, kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja yang dapat berpengaruh buruk pada fungsi kognitif.
Beberapa gejala demensia yang sering muncul, seperti:
- Mudah lupa.
- Kesulitan saat berbicara.
- Kesulitan untuk mengungkapkan pikiran.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awal Mula Pasien Usia 20 Tahun Kena Demensia, Gejalanya Tak Disadari"
