Hagia Sophia

03 February 2026

Terkait Virus Nipah, Menkes Ingatkan Penularan Melalui Buah Seperti Ini

Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

Laporan virus Nipah di India memicu kekhawatiran penyebaran meluas, termasuk potensi masuk ke Indonesia. Terlebih, virus Nipah diketahui memiliki fatailitas lebih tinggi bahkan hingga 75 persen.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin sebelumnya memastikan Indonesia sudah memperkuat skrining di pintu kedatangan. Pihaknya juga menekankan sudah menyiapkan reagen untuk memastikan identifikasi virus terkait.

Meski tidak perlu panik, sebagai kehati-hatian masyarakat Indonesia diminta untuk tidak sembarangan mengonsumsi buah.

"Penyakit ini penularannya banyak lewat buah yang sudah dimakan atau digigit kelelawar, jadi untuk orang-orang Indonesia termasuk wartawan yang ke daerah-daerah (rawan), kalau bisa jangan makan buah yang terbuka," imbaunya kepada wartawan, Kamis (30/1/2026).

"Kalau bisa misal makan jeruk yang tertutup lalu kita buka sendiri kupas sendiri, jadi kita bisa lihat," lanjutnya.

Buah yang terbuka atau ditemukan terjatuh pasca dikonsumsi kelelawar disebut Menkes memiliki risiko tertinggi penularan.

Bila masyarakat tidak yakin dengan keamanan buah yang dikonsumsi, Menkes juga mengimbau untuk menghindari terlebih dulu konsumsi buah tersebut.

"Atau lebih baik lagi nggak usah makan buah deh, makannya nasi sama daging yang dimasak, itu pencegahan nomor satu," pungkasnya.

Bagi mereka yang mengeluhkan demam, batuk, pilek tak kunjung reda diimbau untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan. Terlebih, saat sudah bepergian ke daerah dengan laporan kasus virus Nipah.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes Wanti-wanti Penularan Virus Nipah dari Buah Seperti Ini"