![]() |
| Foto: Getty Images/sasirin pamai |
Perut anak yang tampak membesar sering kali dianggap sebagai hal biasa, misalnya karena kembung atau sembelit. Padahal, dalam beberapa kasus kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda adanya massa atau tumor di perut, termasuk kanker ginjal pada anak.
Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi dr Nur Melani Sari, SpA-Subsp.HO(K) menjelaskan perut yang terlihat membesar pada anak bisa berkaitan dengan perut kembung. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Meski begitu, menurutnya orang tua tidak sebaiknya langsung menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang wajar. Pasalnya, membedakan perut buncit akibat kembung dengan adanya massa atau tumor bukan hal yang mudah dilakukan tanpa pemeriksaan medis.
Ia menambahkan, perut yang tampak membesar pada anak juga bisa terjadi akibat adanya massa tumor di area perut, termasuk pada ginjal, sehingga perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh tenaga medis.
"Soalnya kalau untuk membedakan ini isinya kembung atau ini massa tumor gitu, itu udah ranah ke medis soalnya agak susah orang tua diajarin," ucapnya dalam konferensi pers, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, dokter biasanya melakukan pemeriksaan dengan cara meraba dan mengetuk perut anak. Jika perut berisi udara, suara yang muncul saat diketuk akan terdengar nyaring seperti bunyi 'tung-tung'. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut timpani, yang menandakan adanya udara di dalam rongga perut.
"Tapi kalau misalnya sifatnya padat ketika diketuk, beda suaranya," imbuhnya lagi.
"Kalau misalnya dia padat dia tuh kayak meredam gitu kan ya, jadi ketika kita ketuk itu suaranya pekak gitu," lanjutnya lagi.
dr Melani mengatakan banyak orang tua yang awalnya mencoba mengatasi keluhan perut membesar dengan cara sederhana, misalnya membalur perut anak. Cara tersebut boleh saja dilakukan sebagai langkah awal, tetapi tidak sebaiknya dijadikan solusi utama jika keluhan terus berulang.
"Satu kali oke, dua kali kok masih kejadian lagi, ketiga kali masih ada sebaiknya dipastikan gitu apakah teorinya orang tua ini make sense nggak gitu," lanjutnya lagi.
"Orang tua kalau bisa menemukan jejak yang persisten, jadi kok terus-menerus setelah upaya yang bisa dilakukan orang tua gitu ya, tradisional lah apa dibalur gitu, besoknya muncul lagi besoknya muncul lagi, lebih baik dipastikan gitu," lanjutnya.
Menurutnya, kewaspadaan orang tua penting terutama jika keluhan muncul berulang atau berlangsung terus-menerus. Jika perut anak kembali membesar setelah berbagai upaya sederhana dilakukan di rumah, kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan lebih lanjut.
Selain itu, jika anak tidak BAB (buang air besar) selama beberapa hari dan disertai muntah yang terus-menerus, orang tua disarankan segera membawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
"Selama dia tidak ada muntah, dia masih BAB kita bisa tunggu di bawah 2 mingguan lah untuk melihat ini kira-kira cenderung ke arah mana, tapi kalau misalnya dia sudah tidak bisa BAB berhari-hari kemudian dia juga ada muntah, ya kan muntahnya terus-menerus ya, pasti dia harus dibawa ke rumah sakit," lanjutnya lagi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ini Beda Perut Buncit Akibat Kanker Ginjal pada Anak Vs Masuk Angin, Sering Diabaikan"
