Hagia Sophia

13 April 2026

El Nino Mengintai, Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Pheelings Media

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan memasuki fase El Nino. Kondisi ini akan berpotensi membuat musim kemarau datang lebih cepat dan cuaca semakin kering serta panas dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala bidang analisis variabilitas iklim BMKG Indra Gustari menjelaskan berdasarkan data terbaru dari BMKG dan pusat iklim di dunia, kondisi dinamika atmosfer masih diprediksi akan netral sampai pertengahan 2026 nanti.

"Tapi kita harus mulai waspada di paruh kedua taun ini, karena diprediksi akan terjadi transisi ke kondisi El Nino lemah hingga moderat, dengan peluang kejadian yang cukup tinggi, yaitu di angka 50-80 persen untuk semester 2 tahun 2026," jelas Indra yang dilihat detikcom dalam akun YouTube resmi BMKG, Sabtu (11/4/2026).

Selain itu, ramai juga dibahas soal El Nino 'Godzilla' yang digambarkan sebagai kejadian dengan intensitas yang ekstrem. Termasuk El Nino sangat kuat, seperti yang pernah kita alami di tahun 1997 dan 2015.

Namun, Indra menegaskan secara ilmiah dan formal istilah El Nino 'Godzilla' tidak ada dalam kategori El Nino.

"Berdasarkan prediksi BMKG, ter-update bulan April ini munculnya El Nino dengan kategori sangat kuat di tahun 2026 itu relatif kecil, yaitu di bawah 20 persen. Tapi bukan berarti kita bisa bersantai, kita harus tetap waspada, karena musim kemarau kita tahun ini diprediksi akan datang lebih cepat dengan durasi yang lebih lama dibandingkan normalnya," jelasnya.

Risiko Kesehatan yang Mengintai

Di musim kemarau, tubuh mulai merasakan efek dari udara yang kering. Cuaca yang kering benar-benar bisa menimbulkan masalah.

Menurut spesialis kedokteran keluarga Dr Josue Limage, MD, menghirup udara yang kering dapat menyebabkan penyakit pernapasan, seperti asma, bronkitis, sinusitis, dan mimisan. Hal ini juga dapat menyebabkan dehidrasi.

"Ketika udara terlalu kering, sinus Anda juga akan mengering," kata Dr Limage, dikutip dari Cleveland Clinic.

"Lendir yang biasanya kental dan lengket menjadi terlalu kering. Hal itu membuatnya kurang efektif sebagai perangkap kuman. Anda lebih mungkin terkena flu saat udara kering karena lendir Anda tidak menangkap kuman yang Anda hirup sesering biasanya."

Namun, udara kering tidak hanya mempengaruhi sistem pernapasan. Hal ini bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan lain, seperti:
  1. Mata merah, gatal, dan iritasi: Baik udara kering maupun dehidrasi (efek samping lain dari kelembapan rendah) dapat membuat kekurangan air mata yang dibutuhkan untuk melindungi mata.
  2. Sakit tenggorokan: Udara kering berarti lebih sedikit lendir yang melapisi tenggorokan. Hasilnya, tenggorokan akan menjadi gatal dan meradang.
  3. Sakit kepala: Sinus yang teriritasi dan dehidrasi adalah kombinasi buruk yang sering menyebabkan sakit kepala.
  4. Mulut kering (xerostomia): Ketika udara yang dihirup terlalu kering, udara tersebut menyerap kelembapan yang tersimpan di mulut.
  5. Sakit telinga: Ada selaput lendir di telinga, jika kering itu akan bereaksi seperti yang lainnya.
  6. Kulit kencang, iritasi, dan bersisik: Ketika kelembapan rendah, udara menarik air dari lapisan atas kulit. Hasilnya tidak nyaman bahkan menyebabkan ruam.
  7. Bibir pecah-pecah: Kulit di bibir lebih tipis, lebih sensitif, dan kekurangan kelenjar minyak dan keringat yang dimiliki di bagian tubuh lainnya. Jadi, tidak heran jika bibir cepat kering dalam kondisi kering.
  8. Sembelit: Mungkin ini bukan hal pertama yang dipikirkan. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, itu akan berpengaruh pada feses. Udara kering juga dapat memperburuk masalah kesehatan yang sudah dimiliki, seperti eksim atau alergi musiman.
Percaya atau tidak, udara kering bahkan mungkin terkait dengan stres. Ini adalah hal yang kumulatif.

Kulit kering mungkin tidak cukup untuk memicu respons stres. Tetapi tambahkan batuk yang mengganggu dan tenggorokan yang gatal, dan sekarang tubuh merasakan tekanan.

Hal itu dapat menyebabkan serangkaian masalah. Bisa menyebabkan tidak tidur nyenyak, yang berarti cenderung kurang termotivasi untuk berolahraga. Akibatnya, variabilitas detak jantung atau Heart Rate Variability (HRV) akan meningkat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Risiko El Nino 'Godzilla' Mengintai, Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai"