Hagia Sophia

13 April 2026

Jangan Hindari Kebiasaan Ini Agar Tidak Mati Muda

Foto ilustrasi: Getty Images/Doucefleur

Seorang dokter umum sekaligus influencer bernama Dr Sermed Mezher memberikan peringatan penting bagi orang-orang yang memasuki usia 30 tahun. Tanpa disadari, hal ini bisa berdampak serius pada kesehatan hingga meningkatkan risiko kematian.

Dr Mezher menyoroti pentingnya latihan kekuatan atau strength training. Menurutnya, tanpa latihan ini seseorang berisiko memiliki massa otot yang sangat rendah saat memasuki usia lanjut.

Ia menjelaskan bahwa massa otot bukan hanya soal penampilan, tetapi berperan penting dalam menjaga kesehatan dan umur panjang.

Pernyataan ini merespons pengalaman seorang paramedis yang mengaku menangani kasus kematian lansia dalam kondisi tubuh yang sangat lemah.

"Saya bekerja sebagai paramedis selama 17 tahun dan sebagian besar panggilan kematian yang saya tangani hanyalah orang tua yang meninggal di toilet tanpa jaringan otot," terangnya, dikutip dari Mirror UK.

Dr Mezher menegaskan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi mereka yang telah berusia di atas 30 tahun.

Ia memaparkan bahwa tanpa aktivitas fisik, tubuh akan kehilangan sekitar 3 hingga 5 persen massa otot setiap dekade setelah usia 30 tahun.

"Lihat, kita tahu bahwa massa otot merupakan prediktor independen umur panjang, dan dapat membantu mencegah penyakit," sambung Dr Mezher.

Lebih lanjut, ia menjelaskan otot memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh. Selain membantu metabolisme dengan menyerap glukosa bahwa saat istirahat, otot juga menjadi cadangan protein saat tubuh sakit serta membantu mencegah jatuh, patah tulang, dan kelemahan.

Temuan ini juga didukung sebagai studi ilmiah. Penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Physical Medicine and Rehabilitation tahun 2018, yang menunjukkan bahwa kekuatan otot, seperti genggaman tangan dan lutut, berkaitan dengan umur yang lebih panjang.

"Tingkat kekuatan otot tubuh bagian atas dan bawah yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah pada populasi dewasa," tulis peneliti.

Studi lain dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle tahun 2024 juga menemukan bahwa kekuatan otot berbanding terbalik dengan risiko kematian pada lansia.

"Alih-alih ambang batas tertentu, kekuatan otot secara bertahap dan berbanding terbalik dengan risiko kematian pada orang yang paling tua," tambahnya.

Cara Cegah Kehilangan Massa Otot

Dr Mezher menyarankan untuk mulai rutin melakukan latihan beban guna melawan kondisi kehilangan massa otot terkait usia atau sarkopenia.

"Jika kita ingin melawan kehilangan massa otot terkait usia yang disebut sarkopenia, maka kita perlu memasukkan latihan beban setidaknya tiga kali seminggu untuk membantu mempertahankan kekuatan kita," ucap dia.

Latihan beban sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan dumbbell, resistance band, atau bahkan berat badan sendiri. Contohnya antara lain squat, push-up, plank, hingga latihan beban bebas.

Selain itu, rekomendasi dari National Health Service (NHS) juga menekankan pentingnya aktivitas fisik rutin, terutama bagi lansia.

Orang dewasa usia 65 tahun ke atas disarankan untuk tetap aktif setiap hari, melakukan latihan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas minimal dua kali seminggu, serta memenuhi total aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu.

NHS juga mengingatkan pentingnya mengurangi waktu duduk terlalu lama dan rutin bergerak agar tubuh tetap kuat dan seimbang.

"Jika Anda pernah jatuh atau khawatir akan jatuh, melakukan latihan untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas akan membantu membuat Anda lebih kuat dan merasa lebih percaya diri saat berdiri," tulis NHS.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Umur Sudah Kepala 3? Jangan Skip Kebiasaan Ini Biar Terhindar dari 'Mati Muda'"