Hagia Sophia

13 April 2026

Kopi Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi? Ini Faktanya

Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

Kopi sering dianggap sebagai penyebab tekanan darah tinggi. Tetapi, ternyata penelitian menunjukkan fakta yang berbeda. Lalu, bagaimana kopi mempengaruhi tekanan darah?

Kafein yang ada di dalam kopi adalah stimulan otot yang meningkatkan detak jantung pada beberapa orang. Ini berpotensi menyebabkan detak jantung tidak teratur yang dikenal sebagai aritmia.

Dikutip SciTech Daily, kandungan kafein juga merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan adrenalin. Ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh dara yang meningkatkan tekanan darah.

Kadar kafein dalam darah mencapai puncaknya antara 30 menit dan 2 jam setelah minum secangkir kopi. Waktu paruh kafein adalah 3-6 jam artinya kadar dalam darah akan berkurang sekitar setengahnya selama waktu ini.

Rentang ini disebabkan oleh usia, genetik, dan kebiasaan minum kopi. Damapak kafein pada tekanan darah dari kopi bervariasi.

Tinjauan penelitian melaporkan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 3-15 dan peningkatan tekanan darah diastolik sebesar 4-13 setelah dikonsumsi.

Efek kafein juga bergantung pada tekanna darah normal seseorang. Peningkatan tekanan darah mungkin lebih berisiko jika memiliki hipertensi dan penyakit jantung atau hati yang sudah ada.

Kandungan Lain di dalam Kopi

Kopi mengandung ratusan fitokimia atau senyawa yang berkontribusi pada rasa, aroma, atau memengaruhi kesehatan dan penyakit. Fitokimia yang secara langsung memengaruhi tekanan darah, termasuk melanoidin, yang mengatur volume cairan tubuh dan aktivitas enzim yang membantu mengontrol tekanan darah.

Asam kuinik adalah fitokimia lain yang terbukti menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, dengan memperbaiki lapisan pembuluh darah. Sehingga, memungkinkan pembuluh darah untuk mengakomodasi peningkatan tekanan darah dengan lebih baik.

Bisakah Kopi Menyebabkan Hipertensi?

Dalam tinjauan 13 studi yang melibatkan 315.000 orang, para peneliti memeriksa hubungan antara asupan kopi dan risiko hipertensi.

Selama periode tindak lanjut studi, 64.650 orang mengembangkan hipertensi. Para peneliti menyimpulkan bahwa minum kopi tidak terkait dengan peningkatan risiko mengembangkan kondisi tersebut.

Bahkan ketika mereka memeriksa data berdasarkan jenis kelamin, jumlah kopi, kopi tanpa kafein versus kopi berkafein, kebiasaan merokok, atau tahun pengamatan, kopi tetap tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena hipertensi.

Satu-satunya pengecualian yang menunjukkan risiko lebih rendah adalah lima studi dari Amerika Serikat dan tujuh studi berkualitas rendah. Berarti hasil tersebut harus diperjelas dengan hati-hati.

Sebuah studi terpisah dari Jepang mengamati lebih dari 18.000 orang dewasa berusia 40-79 tahun selama 18,9 tahun. Ini termasuk sekitar 1.800 orang yang memiliki tekanan darah sangat tinggi (hipertensi tingkat 2-3), dengan tekanan darah sistolik 160 atau lebih atau tekanan darah diastolik 100 atau lebih.

Di sini, risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung atau stroke, dua kali lipat lebih tinggi pada mereka yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari. Hal ini dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

Selain itu, tidak ditemukan hubungan antara tekanan darah normal atau hipertensi ringan (tingkat 1) (tekanan darah sistolik 140-159 atau tekanan darah diastolik 90-99) dengan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Benarkah Kopi Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi? Begini Faktanya Menurut Studi"