![]() |
| Foto: Ilustrasi cuaca panas di Jakarta (Haris/detikcom) |
Cuaca panas ekstrem yang dipicu fenomena El Nino 'Godzilla' tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada anak. Di tengah kondisi ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak.
Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyarankan agar anak-anak lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.
"Secara umum, sebaiknya anak-anak berada di dalam ruangan saat cuaca ekstrem. Jangan sampai dibiarkan tanpa pengawasan karena di musim seperti ini daya tahan tubuh bisa menurun," ujarnya pada wartawan Senin (13/4/2026).
Menurutnya, perubahan cuaca yang drastis membuat tubuh anak harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Kondisi ini dapat menyebabkan anak lebih cepat lelah dan rentan terserang penyakit.
Pentingnya Nutrisi
IDAI menekankan bahwa selain membatasi aktivitas di luar ruangan, orang tua juga perlu memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik. Piprim menyebutkan bahwa konsumsi protein hewani sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak.
"Nutrisi harus diperbaiki, terutama protein hewani, supaya anak lebih fit menghadapi kondisi cuaca ekstrem seperti ini," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak membutuhkan pengawasan ekstra, karena kondisi tubuh yang mudah lelah dapat membuat mereka tidak menyadari tanda-tanda awal gangguan kesehatan.
Peran Orang Tua Jadi Kunci
Di tengah ancaman El Nino 'Godzilla', peran orang tua menjadi krusial dalam menjaga kesehatan anak. Membatasi aktivitas luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan pola makan sehat menjadi langkah sederhana namun penting.
Dengan kombinasi cuaca ekstrem, potensi polusi udara, serta meningkatnya risiko penyakit menular, kewaspadaan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk melindungi anak-anak dari dampak yang lebih serius.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI telah mengingatkan bahwa El Nino dapat memperburuk kualitas udara akibat minimnya hujan yang berfungsi menyapu polutan. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.
Selain itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga menyoroti potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) selama musim kemarau panjang. Lingkungan yang tidak bersih dan adanya genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "IDAI Minta Ortu Batasi Aktivitas Anak di Luar Ruangan, Waspadai El Nino 'Godzilla'"
