![]() |
| Kylian Mbappe ternyata nggak suka gula. Foto: Getty Images/Dan Mullan |
Kylian Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya di panggung Piala Dunia 2026. Dalam laga pembuka Grup I melawan Senegal, kapten Prancis itu mencetak dua gol atau brace yang membantu Les Bleus menang 3-1.
Di balik kecepatan dan akselerasinya yang kerap membuat bek lawan kewalahan, ada strategi pola makan yang turut menjadi bagian dari persiapan Mbappe. Salah satu yang menarik adalah pilihannya dalam mendapatkan sumber energi.
Sebagai pesepakbola dengan intensitas fisik yang sangat tinggi, Mbappe tentu membutuhkan banyak glukosa sebagai bahan bakar otot. Namun, ia tidak mengandalkan konsumsi sumber karbohidrat sederhana sebagai sumber energi utama.
Dikutip dari Goal, Mbappe menghindari gula sederhana dan lebih memilih karbohidrat kompleks serta protein sebagai sumber energi dan pemulihan tubuh.
Sumber karbohidrat yang dipilih Mbappe antara lain pasta, gandum, bubur tanpa tambahan gula, biji-bijian utuh, buah segar, dan sayuran. Sementara konsumsi minuman bersoda, gula tambahan, serta makanan olahan yang tinggi gula dibatasi.
Mengapa Karbohidrat Kompleks Jadi Pilihan Mbappe?
Karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, oat, kacang-kacangan, beras, dan umbi-umbian memiliki struktur yang lebih panjang serta mengandung serat, vitamin, dan mineral. Kombinasi tersebut membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat sehingga pelepasan glukosa ke dalam aliran darah terjadi secara lebih bertahap.
Pelepasan energi yang lebih stabil inilah yang menjadi alasan memilih sumber karbohidrat kompleks sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Bagi pemain dengan karakter seperti Mbappe yang mengandalkan kecepatan dan kemampuan melakukan sprint berulang, ketersediaan energi yang lebih konsisten menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung performanya di lapangan.
Sebaliknya, karbohidrat sederhana terutama yang berasal dari gula rafinasi seperti minuman manis, permen, dan makanan olahan tinggi gula lebih cepat dicerna dan diserap tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kadar glukosa darah meningkat lebih cepat. Pada sebagian kondisi, peningkatan tersebut dapat diikuti dengan penurunan kadar gula darah dalam waktu yang lebih singkat sehingga rasa lapar atau penurunan energi dapat muncul lebih cepat.
Dengan kata lain, strategi pola makan Mbappe bukan soal menghindari gula karena tubuh tetap membutuhkannya sebagai sumber energi. Kuncinya terletak pada pilihan sumber karbohidrat, yaitu memperoleh glukosa dari makanan yang lebih kaya serat dan zat gizi sehingga pasokan energi dapat berlangsung lebih stabil.
Pilihan sumber karbohidrat ini juga sejalan dengan prinsip gizi olahraga yang menekankan pentingnya kualitas asupan untuk mendukung kebutuhan energi, pemulihan, dan performa atlet. Meski tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan Mbappe mencetak gol dan melakukan sprint eksplosif di lapangan, pola makan yang tepat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi fisiknya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Padahal Butuh Banyak Energi, Kenapa Kylian Mbappe Tak Suka Gula?"
