![]() |
| Cristiano Ronaldo. Foto: Getty Images/Alex Slitz |
Cristiano Ronaldo alias CR7 dikenal sebagai salah satu bintang sepak bola dengan disiplin paling tinggi dalam menjaga pola makan. Di tengah banyaknya atlet yang tetap memberikan ruang untuk cheat meal atau hari bebas makan, penyerang sekaligus kapten Timnas Portugal ini memilih pendekatan yang jauh lebih ketat.
Mantan chef pribadinya, Giorgio Barone, mengungkapkan bahwa Ronaldo menjalani pola makan yang sangat terkontrol tanpa memberikan toleransi untuk keluar dari aturan yang telah ditetapkan.
"Dia mengonsumsi makanan biasa seperti orang normal. Tidak ada cheat day. Tidak ada kompromi," kata Barone dalam sebuah wawancara, dikutip dari Gulf News.
Kedisiplinan tersebut membuat pola makan Ronaldo sering disebut sebagai 'no-cheat diet'. Namun, pertanyaan yang menarik untuk dibahas adalah apakah pola makan seketat ini benar-benar diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, atau justru memiliki sisi yang perlu diperhatikan?
Pola Makan Atlet dengan Non Atlet Berbeda
Pola makan super ketat seperti yang dijalankan Cristiano Ronaldo sebenarnya tidak bisa disamakan dengan kebutuhan sehari-hari non atlet. Sebagai atlet profesional, setiap makanan yang dikonsumsi memiliki tujuan tertentu, mulai dari menjaga komposisi tubuh, mempertahankan massa otot, memenuhi kebutuhan energi, hingga mendukung pemulihan setelah latihan dan pertandingan.
Sementara itu, kebutuhan gizi pada kehidupan sehari-hari non atlet tidak selalu menuntut aturan makan yang seketat atlet. Pola makan sehat lebih menekankan keseimbangan dan keberagaman pangan agar kebutuhan energi serta zat gizi terpenuhi.
Artinya, tidak ada keharusan untuk menerapkan pola no-cheat diet secara ekstrem seperti Ronaldo. Sesekali menikmati makanan favorit masih bisa jadi bagian dari pola makan sehat selama tidak berlebihan dan keseluruhan pola makan sehari-hari tetap didominasi oleh makanan bergizi.
![]() |
| Cristiano Ronaldo saat berseragam Manchester United. Foto: Getty Images |
Sisi Positif No-Cheat Diet CR7
No-cheat diet yang dijalankan Ronaldo punya beberapa sisi positif, terutama dalam membantu menjaga kedisiplinan terhadap pola makan dan mengontrol asupan makanan sehari-hari.
Dengan membatasi makanan tinggi gula (no sugar), garam, dan lemak berlebih, pola makan dapat lebih terarah pada pilihan makanan yang kaya zat gizi seperti sayuran, buah, sumber protein berkualitas, dan karbohidrat kompleks. Pola ini dapat membantu menjaga komposisi tubuh, mengatur asupan energi, serta mendukung kesehatan metabolik.
Bagi atlet profesional, pola makan yang sangat terstruktur juga menjadi bagian penting untuk mencapai target performa tertentu. Setiap asupan makanan diperhitungkan agar mampu menunjang latihan, mempercepat pemulihan otot, dan mempertahankan kondisi fisik tetap optimal.
Kedisiplinan seperti Ronaldo juga menunjukkan bahwa pola makan sehat bukan hanya tentang memilih jenis makanan tertentu, tetapi juga tentang konsistensi menjalankan kebiasaan yang mendukung tujuan kesehatan dalam jangka panjang.
No-Cheat Diet Bisa Jadi Bumerang
Di balik manfaatnya, no-cheat diet yang terlalu ketat juga memiliki sisi yang perlu diperhatikan. Aturan makan yang ketat dapat menimbulkan tekanan psikologis, rasa bersalah setelah mengonsumsi makanan tertentu, hingga membuat hubungan dengan makanan menjadi kurang sehat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembatasan makan yang terlalu ketat atau restrained eating dapat meningkatkan risiko kehilangan kontrol saat makan sehingga memicu makan berlebihan ketika aturan tersebut akhirnya dilanggar.
Selain itu, pola makan dengan terlalu ketat juga berpotensi sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Padahal, pola makan sehat bukan hanya tentang berhasil mengikuti aturan selama beberapa minggu atau bulan, melainkan kebiasaan yang dapat dijalani secara konsisten dalam jangka panjang.
Karena itu, penerapan no-cheat diet perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Keseimbangan antara kualitas makanan, fleksibilitas, dan keberlanjutan pola makan menjadi hal yang penting untuk menjaga kesehatan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Diet Super Ketat ala CR7, Sehatkah untuk Ditiru? Ini Plus-Minusnya"

