Hagia Sophia

16 March 2024

Riset Terbaru: Pasangan Muda Tidak Ingin Punya Keluarga Besar

Riset mengungkap banyak pasangan muda di dunia yang hanya ingin memiliki satu anak. (Foto: Simon Shin/Getty Images)

Di tengah krisis populasi yang dialami banyak negara di dunia, terjadi perubahan baru dalam memaknai keluarga. Saat ini warga di banyak negara tak lagi menginginkan keluarga besar, menganggap satu anak cukup.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), semakin banyak pasangan muda yang cenderung hanya memiliki satu anak. Laporan tersebut menyurvei lebih dari 22.000 orang di delapan negara dan menemukan bahwa responden lebih memilih satu anak jika sumber daya terbatas.

Responden berasal dari Italia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Norwegia, Amerika Serikat, dan perkotaan China. Mereka diminta untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti pendapatan keluarga, keseimbangan kehidupan kerja dan harapan terhadap pendidikan anak-anak mereka, ketika memutuskan jumlah anak yang mereka inginkan.

"Ketidakpedulian relatif terhadap jumlah anak [ideal] yang tepat dapat menyebabkan pasangan, rata-rata, memilih hanya satu anak untuk meningkatkan beberapa fitur keluarga lainnya. Penjelasan ini konsisten dengan tren kesuburan yang diamati, yang secara signifikan lebih rendah daripada perkiraan ideal dua anak pada umumnya," kata studi tersebut.

Tingkat kesuburan di negara-negara maju di seluruh dunia sedang menurun. Di Jepang bahkan angka kelahiran mencapai rekor terendah sepanjang sejarah. Hal yang sama juga terlihat di Korea Selatan dengan tingkat kesuburan anjlok dan menjadi yang terendah di dunia.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Riset Baru Ungkap Pasangan Muda Ogah Punya Keluarga Besar, Cukup 1 Anak"