![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/gyro |
Menjelang waktu berbuka puasa, godaan untuk menyantap berbagai hidangan dalam porsi besar sering kali muncul, terutama saat menghadiri acara buka puasa bersama (bukber) dengan konsep All You Can Eat (AYCE). Namun, niat "balas dendam" setelah seharian menahan lapar ini justru menyimpan risiko kesehatan yang serius bagi pencernaan.
"Jangan makan di All You Can Eat kalau memang tidak bisa menahan diri," saran dr Amanda Pitarini Utari, Sp.PD-KGEH, konsultan pencernaan dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.
Menurut dr Amanda, makan dalam jumlah banyak apalagi dalam kondisi perut kosong kerap memicu berbagai masalah pencernaan. Salah satunya yang kerap terjadi adalah kekambuhan GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) bagi yang punya masalah dengan asam lambung.
Bahaya Lambung yang 'Over Capacity'
Makan berlebihan saat buka puasa bukan hanya soal kekenyangan, tapi juga soal kapasitas kerja organ dalam. dr Amanda menjelaskan bahwa lambung yang dipaksa bekerja melampaui batas bisa berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan.
"Selain lambungnya juga menjadi tidak baik karena over kapasitas, tapi di sisi kesehatan lain juga jadi nggak bagus ya karena dia makan dalam jumlah yang berlebihan dari kebutuhan," jelasnya.
Jika tetap dipaksakan, risiko yang muncul adalah refluks atau asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan. Gejala yang sering dirasakan meliputi nyeri, mual, hingga rasa tidak nyaman yang hebat karena lambung benar-benar sudah overload.
Bukan cuma soal porsi, dr Amanda juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kebersihan tempat makan dan alat makan yang digunakan. Jangan sampai niat makan enak justru berakhir dengan diare atau keracunan makanan.
"Satu, higienisnya. Mulai dari situ dulu, walau dia tempatnya di mal yang cukup famous, beberapa kecolongan juga tuh pasiennya diare jadi keracunan makanan," ungkap dr Amanda.
Dengarkan 'Sensor Kenyang' Tubuh
Kunci utama agar bukber AYCE tetap aman bagi kesehatan adalah pengendalian diri. Tubuh sebenarnya sudah memiliki alarm alami untuk memberi tahu kapan harus berhenti makan.
"Kalau sudah ada sensor kenyangnya, stop. Mau bagaimanapun stop, karena memang udah kebutuhannya segitu ya segitu," tegas dr Amanda.
Jadi, meskipun menunya sangat beragam dan menggugah selera, pastikan untuk tidak memaksakan diri demi menghindari gangguan pencernaan yang bisa mengganggu ibadah puasa di hari berikutnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Niat Balas Dendam Saat Bukber AYCE? Dokter Wanti-wanti Bahaya Lambung 'Overload'"
