![]() |
| Ilustrasi campak. (Foto: Getty Images/anilakkus) |
Viral selebgram menjadi sorotan warganet pasca dengan sadar mengunggah Instagram story saat dirinya berolahraga di luar rumah meski sedang sakit campak. Ia juga memperlihatkan foto ruam kemerahan di bagian tangan hingga kaki.
Postingan tersebut mendadak banjir hujatan. Warganet menilai tindakannya berisiko tinggi menularkan penyakit.
"Maaf gaes, nggak tau kalau nular, aku balik," tulisnya.
"Kena campak tapi nggak tahu diri keluar rumah berbaur sama yang sehat, termasuk dzalim ya," timpal netizen, berkomentar.
"Heh gilaa kalau nularin ibu hamil," respons yang lain.
1 Kasus Bisa Tularkan Virus ke 18 Orang
Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), campak merupakan salah satu penyakit paling menular di dunia. Penyakit ini menyebar melalui kontak dengan percikan cairan dari hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi, misalnya saat batuk atau bersin, sertamelalui udara yang telah dihirup oleh penderita campak.
Virus campak dapat tetap aktif dan menular di udara atau pada permukaan yang terkontaminasi hingga dua jam. Karena itu, tingkat penularannya sangat tinggi. Satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan penyakit ini kepada hingga 18 orang lain.
Penularan dapat terjadi sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam keluar.
Perlu dicatat, campak bukan sekadar penyakit ruam biasa. Wabah campak dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian, terutama pada anak-anak kecil yang mengalami kekurangan gizi.
Tanda dan Gejala Campak
Gejala campak biasanya muncul 10 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Ruam yang khas menjadi gejala paling terlihat.
Gejala awal umumnya berlangsung selama 4 hingga 7 hari, meliputi:
- Hidung berair
- Batuk
- Mata merah dan berair
- Bintik-bintik putih kecil di bagian dalam pipi
Ruam biasanya mulai muncul sekitar 7 hingga 18 hari setelah paparan, umumnya diawali dari wajah dan leher bagian atas. Dalam waktu sekitar tiga hari, ruam menyebar ke seluruh tubuh hingga tangan dan kaki. Ruam biasanya bertahan 5 hingga 6 hari sebelum kemudian memudar.
Sebagian besar kematian akibat campak disebabkan oleh komplikasi yang berkaitan dengan penyakit ini.
Komplikasi dapat meliputi:
- Kebutaan
- Ensefalitis (infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak dan berpotensi menimbulkan kerusakan otak)
- Diare berat yang dapat menyebabkan dehidrasi
- Infeksi telinga
- Gangguan pernapasan berat termasuk pneumonia
Jika seorang perempuan tertular campak saat hamil, kondisi ini dapat berbahaya bagi ibu dan berisiko menyebabkan bayi lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah.
Komplikasi paling sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun dan orang dewasa di atas 30 tahun. Risiko lebih tinggi pada anak yang mengalami malnutrisi, terutama yang kekurangan vitamin A atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah akibat HIV atau penyakit lainnya. Campak sendiri juga melemahkan sistem imun dan dapat membuat tubuh 'lupa' cara melindungi diri dari infeksi, sehingga anak menjadi sangat rentan terhadap penyakit lain.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Selebgram Keluyuran saat Sakit, 1 Kasus Campak Bisa Tularkan Virus ke 18 Orang"
