Hagia Sophia

07 March 2026

Tidak Sahur demi Cepat Kurus? Risikonya Bisa Begini

Ilustrasi (Foto: Getty Images/ozgurdonmaz)

Sebagian orang sengaja melewatkan makan sahur dengan alasan ingin menurunkan berat badan lebih cepat selama Ramadan. Padahal, kebiasaan tersebut justru bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH mengatakan sahur memiliki banyak manfaat, baik dari sisi kesehatan maupun spiritual. Karena itu, ia tidak menyarankan seseorang untuk sengaja melewatkan sahur saat berpuasa.

"Kalau saya sarankan sebaiknya jangan ya, usahakan sahur. Karena ya kalau dari beberapa hadis disebutkan bahwa keberkahan puasa itu ada di sahur, jadi sahur itu ada keberkahannya, jadi harus diusahakan sahur," ujarnya saat dihubungi detikcom, beberapa waktu lalu.

Menurut dr Aru, jika seseorang tidak makan sahur, terutama setelah makan terakhir sekitar pukul 21.00 WIB, maka tubuh akan menjalani waktu puasa yang terlalu panjang. Kondisi ini dapat memicu gangguan pencernaan karena lambung dibiarkan kosong dalam waktu lama.

Bagi orang yang khawatir berat badan naik atau sedang menjalani diet, dr Aru menyarankan tetap makan sahur dengan memperhatikan komposisi makanan yang tepat. Ia menyarankan agar makanan yang dikonsumsi tidak terlalu tinggi kalori maupun gula.

"Sebenarnya kalau kita sahurnya terlalu manis pun, sebentar aja kita udah lapar, karena gula itu akan cepat diserap oleh tubuh," ucapnya.

Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat dengan jumlah karbohidrat yang cukup serta protein yang memadai. Asupan gizi seimbang, terutama yang kaya serat dan protein, dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga energi selama menjalani puasa.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Melewatkan Sahur demi Cepat Kurus? Dokter Wanti-wanti Risikonya Bisa Begini"