![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/Voyagerix) |
Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kemenkes RI pada Februari-Desember 2025 menemukan fakta yang mengkhawatirkan. Sekitar 23 persen atau 8 juta orang Indonesia teridentifikasi obesitas sentral atau perut buncit.
Sementara itu, dari data yang sama juga ditemukan sekitar 4 juta pasien CKG teridentifikasi obesitas dan 3,5 juta masuk dalam golongan overweight.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan hal ini perlu menjadi perhatian.
Menurut Nadia, perut buncit dan obesitas saat ini jangan lagi dianggap sebagai tanda kemapanan, justru kondisi ini bisa 'mengundang' beragam penyakit kronis.
"Pertama kita tahu bahwa obesitas itu pertama dia menumpuk di lapisan kulit-kulit. Paling gampang di perut kan, makannya kenapa kita mengukur obesitas itu dari obesitas sentral," kata Nadia di Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).
"Bahayanya kalau lemak itu sudah tertumpuk di mana-mana, nggak ada tempat lagi buat nyimpen lemak. Makannya dia akan mulai menumpuk di organ-organ, termasuk kita tahu lemak hati ya," sambungnya.
Kondisi ini, lanjut Nadia akan menimbulkan penyakit perlemakan hati. Tetapi, tak berhenti sampai di sini, lemak yang terlalu banyak juga akan mengganggu organ lain.
"Dan itu dari hati bisa ada kemudian ke jantung, ke ginjal kita bisa lihat itu," katanya.
Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menyeimbangkan antara apa yang masuk dan keluar dari tubuh, sehingga obesitas atau obesitas sentral bisa dihindari.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "CKG Ungkap 8 Juta Warga +62 Perutnya Buncit, Ini Bahayanya"
